Yusuf Wibisono Soroti Downgrade Lifestyle Kelas Menengah Indonesia
Ekonom Yusuf Wibisono mengaitkan downgrade lifestyle dengan tekanan daya beli kelas menengah. Warga menghemat pengeluaran dengan memilih produk lebih murah dan menjual kendaraan.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Ekonom sekaligus Direktur Next Policy Yusuf Wibisono menilai fenomena penurunan standar gaya hidup yang dibahas masyarakat pada 12 Oktober 2026 berkaitan dengan tekanan daya beli, terutama pada kelompok kelas menengah di Indonesia.
Fenomena tersebut terlihat dari pengalaman warga yang mengganti produk bermerek dengan merek lebih murah, menjual kendaraan, serta menerima pekerjaan dengan gaji lebih rendah. Yusuf mengatakan tekanan daya beli tidak hanya dialami masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi semakin terasa pada kelompok kelas menengah.
Ia menyebut pelemahan daya beli tercermin dari pusat perbelanjaan yang sepi atau tutup, mal yang ramai pengunjung tetapi sepi transaksi, dan penurunan omzet pasar tradisional. Menurut Yusuf, kelas menengah menurunkan standar gaya hidup untuk menghemat pengeluaran, meski kondisi itu belum membuktikan terjadinya kontraksi konsumsi nasional.
Tekanan kelas menengah berpengaruh pada konsumsi
Yusuf mencatat jumlah penduduk kelas menengah turun dari 60,8 juta orang atau 23% populasi pada 2018 menjadi 46,7 juta orang atau 16,6% pada 2025. Ia menilai kelompok ini berperan penting dalam menopang konsumsi dan pertumbuhan ekonomi karena memiliki kemampuan membeli barang dan jasa di luar kebutuhan dasar.
Ketika daya beli kelas menengah melemah, rumah tangga cenderung mengutamakan fungsi dibandingkan gengsi. Perubahan itu dapat berupa memilih produk yang lebih murah, mengurangi belanja, atau melepas kendaraan untuk menekan beban pengeluaran.
Republika juga melaporkan penilaian Yusuf bahwa fenomena downgrading menunjukkan kelas menengah lebih mengutamakan fungsi daripada gengsi. Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyebut downgrading dapat menjadi strategi taktis rumah tangga untuk mempertahankan ketahanan keuangan, walaupun tidak otomatis membuktikan pelemahan konsumsi secara keseluruhan.
Yusuf mengingatkan pelemahan kelas menengah perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi konsumsi dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Gaya Hidup

Kanza Tamarindora Menjaga Resep Rawon Legendaris Jawa Timur
Kanza Tamarindora mengolah rawon legendaris dalam tayangan 10 Oktober 2026. Proses panjangnya mempertahankan cara memasak yang diwariskan lintas gener…
Berita utama hari ini

Baca juga


