Kabar18.com

Jumat, 23 Oktober 2026

Rumah Tangga Mengurangi Belanja Non-esensial saat Harga Naik

Pekerja perkotaan dan rumah tangga kelas menengah mengurangi belanja non-esensial, seperti makan di luar dan rekreasi, saat harga naik dan pendapatan tidak bertambah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Troli belanja mainan berbahan kawat terbalik di atas permukaan kuning cerah.
Ilustrasi: Troli belanja mainan berbahan kawat terbalik di atas permukaan kuning cerah. · Foto: Sergey Meshkov / Pexels

Jakarta — Pekerja perkotaan dan rumah tangga kelas menengah mengurangi belanja untuk kebutuhan non-esensial ketika harga meningkat, sementara pendapatan tidak bertambah. Fenomena ini dilaporkan pada 22 Oktober 2026 di tengah pembahasan mengenai tekanan daya beli masyarakat Indonesia.

Mengapa ini penting: Rumah tangga yang mengurangi belanja non-esensial menghadapi pilihan konsumsi lebih terbatas ketika harga meningkat dan pendapatan tidak bertambah.

Menurut Tempo English, penghematan terlihat dari penurunan standar gaya hidup dan pilihan terhadap barang yang lebih murah. Pengeluaran yang dikurangi mencakup kosmetik, makan di luar, rekreasi, serta barang non-esensial lainnya.

Laporan BBC News Indonesia menyebut pelemahan konsumsi pada triwulan II 2026 terlihat pada makanan dan minuman, transportasi dan komunikasi, restoran dan hotel, serta pakaian, alas kaki, dan perawatan. LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mengaitkan perlambatan itu dengan tekanan ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Data yang dikutip BBC menunjukkan konsumsi rumah tangga pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen. Angka pertumbuhan tersebut tetap positif, tetapi perubahan komposisi belanja menunjukkan rumah tangga lebih berhati-hati dalam mengalokasikan pendapatan.

Validnews melaporkan bentuk penyesuaian lain berupa perpindahan dari merek premium ke merek ekonomis, pembelian kemasan lebih kecil, pengurangan frekuensi makan di luar, dan pemilihan kendaraan yang lebih murah. Menurut laporan itu, langkah tersebut dilakukan agar penghasilan tetap cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Fenomena ini berbeda dari keputusan resmi pemerintah atau program pengurangan belanja. Perubahan tersebut merupakan respons rumah tangga terhadap kenaikan harga dan pendapatan yang tidak bertambah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.