Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Apa arti pendidikan bagi perjalanan bisnis Christo Wiese di Afrika Selatan

Christo Wiese tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang pertanian di Afrika Selatan, menuntaskan studi hukum, lalu membangun bisnis ritel melalui Pepkor dan Shoprite.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Miniatur kereta belanja berisi uang kertas di atas tumpukan buku dengan latar belakang polos.
Ilustrasi: Miniatur kereta belanja berisi uang kertas di atas tumpukan buku dengan latar belakang polos. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

Afrika Selatan — Christo Wiese membangun bisnis ritel besar di Afrika setelah tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang pertanian dan menuntaskan studi hukum di Stellenbosch University, menurut laporan yang terbit pada 6 November 2026.

Laporan Liputan6 menyebut Wiese dibesarkan di Hondeklipbaai, desa nelayan terpencil di Afrika Selatan. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani sebelum menjadi pengemudi truk. Kondisi keluarga yang terbatas tidak menghalanginya menyelesaikan studi hukum di Stellenbosch University.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Wiese memilih masuk ke bisnis ritel. Pada dekade 1970-an, ia bergabung dengan Pep Stores, jaringan toko pakaian yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Pengalaman hidup di tengah keterbatasan ekonomi membantunya memahami kebutuhan konsumen kelas pekerja.

Dalam perkembangan berikutnya, Pep Stores ditransformasi menjadi Pepkor. Wiese juga membesarkan Shoprite hingga menjadi jaringan supermarket besar di Afrika. Laporan Liputan6, dengan mengutip Forbes, menyebut kekayaan bersih Wiese mencapai US$ 6,8 miliar atau sekitar Rp 122 triliun berdasarkan kurs Rp 18.051 per US$.

Pendidikan menjadi pijakan mobilitas ekonomi

Kisah Wiese relevan bagi pembaca Indonesia karena memperlihatkan hubungan antara akses pendidikan, pemahaman terhadap kebutuhan pasar, dan kesempatan membangun usaha. Pendidikan hukum tidak membawanya hanya ke profesi hukum, tetapi menjadi bekal untuk mengambil keputusan dalam bisnis.

Laporan Mining.com juga menyebut Wiese memperoleh gelar hukum dari Stellenbosch University pada 1967 dan kemudian bergabung dengan Pep. Sumber CNBC Africa mencatat bahwa ia mengembangkan bisnis dengan menyasar konsumen berpendapatan rendah melalui pakaian yang lebih terjangkau.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa latar belakang sederhana tidak otomatis menentukan hasil akhir seseorang. Namun, laporan-laporan itu juga menempatkan pendidikan, pengalaman, dan peluang usaha sebagai unsur yang menyertai perjalanan Wiese dari lingkungan pertanian di Afrika Selatan menuju bisnis ritel berskala besar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Inspirasi

  2. Berita utama hari ini

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.