Longsor Gayo Lues Tewaskan Satu Orang dan Putuskan Akses Antarwilayah
Longsor di Gayo Lues, Aceh, menewaskan satu orang dan berdampak pada Kecamatan Terangun serta Putri Betung. Akses dua jalur utama terganggu dan Jembatan Agusen Toa ambruk.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Gayo Lues — Longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Selasa, 3 November 2026, dan menewaskan satu orang serta mengganggu akses antarwilayah.
Peristiwa itu berdampak pada Kecamatan Terangun dan Kecamatan Putri Betung. Korban bernama Angelina, yang tertimbun material longsor di kawasan Berawang Uyem dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Material longsor memutus akses pada jalur Blangkejeren–Kutacane dan Blangkejeren–Blangpidie. Laporan RRI menyebut jalur Blangkejeren–Kutacane telah kembali dapat dilalui pada 4 November 2026, sedangkan akses menuju Aceh Barat Daya masih terganggu.
Jembatan Agusen Toa di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, juga ambruk setelah arus sungai meluap akibat hujan deras. Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut pemerintah daerah berupaya membuka kembali akses jalan dan jembatan yang terdampak.
Longsor menghambat konektivitas Gayo Lues
Gangguan pada jalur Blangkejeren–Kutacane dan Blangkejeren–Blangpidie berdampak langsung pada mobilitas warga dan hubungan Gayo Lues dengan wilayah sekitarnya. Kerusakan Jembatan Agusen Toa menambah hambatan bagi pergerakan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah. Selain kawasan Berawang Uyem, material longsor dilaporkan menutup beberapa titik di Desa Berhut, Terlis, dan Tongra di Kecamatan Terangun, serta Desa Gumpang Pekan, Meloak, dan Singah Mule di Kecamatan Putri Betung.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan melakukan asesmen dan berkoordinasi untuk mempercepat pembukaan akses jalan serta penanganan jembatan. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan batas waktu penyelesaian perbaikan jembatan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Siklon Tropis Murasu Bergerak Menjauhi Indonesia
BMKG menyatakan Siklon Tropis Murasu bergerak ke barat-barat laut menjauhi Indonesia. Sistem ini berkembang dari Bibit Siklon 91B yang terbentuk pada…
Terbaru di Daerah

Baca juga



