Badan Gizi Nasional Hentikan SPPG di Batang Selama 30 Hari
Badan Gizi Nasional menonaktifkan kepala SPPG Bela Batang Sejahtera dan menghentikan operasionalnya selama 30 hari setelah dugaan gangguan kesehatan penerima MBG di Bawang mencapai 521 orang.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Batang — Badan Gizi Nasional menonaktifkan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bela Batang Sejahtera dan menghentikan operasional unit itu selama 30 hari pada 25 September 2026, setelah ratusan penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang diduga mengalami gangguan kesehatan.
Mengapa ini penting: Penghentian operasional SPPG selama 30 hari memengaruhi penyediaan MBG bagi penerima di Kecamatan Bawang, sementara 521 orang mendapat penanganan kesehatan.
Hingga Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat 521 orang terdampak. Sebanyak 173 orang dirujuk, 326 menjalani rawat jalan, dan 23 dirawat inap di Puskesmas Bawang, menurut Republika.
Kasus tersebut bermula pada Rabu, 23 September 2026, setelah penerima MBG dari SPPG di Kecamatan Bawang mengeluhkan gejala seperti mual dan pusing. Pemerintah Kabupaten Batang sebelumnya mencatat 411 korban pada hari yang sama, sedangkan Badan Gizi Nasional mencatat 219 orang terdampak hingga Kamis, 24 September, pukul 03.00 WIB.
Badan Gizi Nasional menyatakan penghentian operasional dilakukan sebagai langkah mitigasi dan untuk kepentingan investigasi. Pemeriksaan awal menemukan ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional standar, termasuk pengolahan telur yang dilakukan lebih awal pada pukul 19.30 sebelum dipanaskan kembali pada pukul 02.30.
Namun, Badan Gizi Nasional belum menyimpulkan telur atau pelanggaran prosedur tertentu sebagai penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut. Makanan dari SPPG itu dilaporkan didistribusikan ke 11 titik penerima dengan sekitar 2.700 penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Batang dan Dinas Kesehatan menangani penerima yang mengalami keluhan di sejumlah fasilitas kesehatan. Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam perkembangan yang diberitakan pemerintah daerah.
Penghentian selama 30 hari menjadi langkah sementara sembari investigasi berlangsung. Kelanjutan operasional SPPG bergantung pada hasil pemeriksaan dan tindak lanjut Badan Gizi Nasional.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Tersedak Kelengkeng
Siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Lampung Tengah, meninggal setelah tersedak biji kelengkeng dari menu MBG pada 22 September 2026. Polisi menyelidiki k…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga



