Kabar18.com

Minggu, 27 September 2026

Danantara dan Thales Jajaki Teknologi Strategis di Jakarta

Danantara Indonesia dan Thales memperluas penjajakan teknologi strategis melalui rencana pusat operasi siber, aplikasi AI, manufaktur pertahanan, dan teknologi pasca-kuantum. MoU masih menjadi kerangka awal.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan rak server komputer dengan pencahayaan biru terang di dalam pusat data.
Ilustrasi: Deretan rak server komputer dengan pencahayaan biru terang di dalam pusat data. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Jakarta — Danantara Indonesia dan Thales memperluas penjajakan kerja sama teknologi pada 25 September 2026 melalui rencana pusat operasi keamanan siber, aplikasi kecerdasan buatan, manufaktur pertahanan, dan riset teknologi pasca-kuantum di Indonesia.

Penjajakan itu dituangkan dalam nota kesepahaman yang mencakup kecerdasan buatan (AI), sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber. Bidang lain yang disebut dalam kerangka kerja sama meliputi fasilitas pemeliharaan dan layanan serta sistem keamanan bandara.

Nota kesepahaman tersebut masih merupakan kerangka awal, bukan kesepakatan investasi definitif. Rencana investasi yang lebih spesifik akan menjalani evaluasi lanjutan, mengikuti ketentuan tata kelola yang berlaku, dan memerlukan perjanjian definitif dari kedua pihak.

Kerja sama menyasar kapasitas teknologi strategis

Bagi pembaca nasional, penjajakan ini berkaitan dengan pengembangan industri teknologi, pertahanan, dan keamanan digital di Indonesia. Kerja sama juga membuka kemungkinan keterlibatan badan usaha milik negara dalam proyek yang berada di bawah ekosistem Danantara.

Danantara adalah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Thales merupakan perusahaan teknologi dan pertahanan asal Prancis. Keduanya menyatakan empat sektor utama kerja sama adalah AI, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber.

Proyek yang akan dibahas mencakup penerapan AI, pusat operasi keamanan siber untuk menghadapi ancaman siber, manufaktur teknologi pertahanan, serta teknologi pasca-kuantum. Realisasi tiap proyek masih bergantung pada hasil evaluasi dan kesepakatan definitif para pihak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.