Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Film Laut Bercerita Tayang di Bioskop Indonesia

Film Laut Bercerita mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026. Film adaptasi novel Leila S. Chudori ini mengikuti kisah mahasiswa dan keluarga orang hilang.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah pelampung oranye terdampar di pasir pantai dekat deburan ombak laut.
Ilustrasi: Sebuah pelampung oranye terdampar di pasir pantai dekat deburan ombak laut. · Foto: Davide Negro / Pexels

Jakarta — Film Laut Bercerita mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026 dan mengangkat kisah perjuangan mahasiswa serta penantian keluarga terhadap orang-orang yang hilang pada masa menjelang berakhirnya Orde Baru.

Film produksi Pal8 Pictures itu merupakan adaptasi dari novel karya Leila S. Chudori. Liputan6.com menyebut film ini disutradarai Yosep Anggi Noen, berdurasi 135 menit, dan memiliki klasifikasi usia 17 tahun ke atas.

RRI melaporkan cerita berpusat pada Biru Laut Wibisono, mahasiswa di Yogyakarta yang terlibat dalam kelompok diskusi dan gerakan mahasiswa Winatra. Kisahnya memuat isu kebebasan berekspresi serta kehilangan aktivis pada periode menjelang berakhirnya Orde Baru.

Film ini membawa kembali konteks sejarah aktivisme mahasiswa

Bagi pembaca, penayangan film ini menjadi akses ke karya sinema yang menghubungkan kisah personal, gerakan mahasiswa, dan sejarah Indonesia akhir 1990-an. Film tersebut sebelumnya diputar sebagai film penutup Jakarta Film Week pada 25 Oktober 2026, sebelum masuk ke jaringan bioskop tanah air.

Film Laut Bercerita juga menjalani pemutaran perdana dunia di Busan International Film Festival 2026. Penonton dapat memeriksa jadwal serta klasifikasi usia melalui jaringan bioskop masing-masing. Penayangan di bioskop Indonesia menempatkan kisah Biru Laut dan keluarga orang hilang dalam jangkauan penonton yang lebih luas. Adaptasi ini tetap mempertemukan unsur cerita personal dengan latar gerakan mahasiswa dan konteks sejarah menjelang berakhirnya Orde Baru. Film tersebut juga menghubungkan pengalaman mahasiswa di Yogyakarta, kelompok diskusi, serta isu kebebasan berekspresi dalam satu kisah sinema.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hiburan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.