Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Papua Selatan Dominasi 118 Titik Panas Karhutla Indonesia

Kementerian Kehutanan mencatat 118 titik panas berkepercayaan tinggi pada 28 Oktober 2026. Papua Selatan mendominasi dengan 84 titik dan berstatus tanggap darurat hingga 28 November 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bentang padang rumput kering kecokelatan di bawah langit biru berawan tipis.
Ilustrasi: Bentang padang rumput kering kecokelatan di bawah langit biru berawan tipis. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Merauke — Kementerian Kehutanan mencatat 118 titik panas berkepercayaan tinggi di Indonesia pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan 84 titik berada di Papua Selatan.

Data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan yang dihimpun dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan jumlah itu meningkat 39 titik dari 79 titik pada sehari sebelumnya.

Pemantauan dilakukan pada pukul 21.00 WIB. Setelah Papua Selatan, sebaran titik panas tercatat di Kalimantan Timur sebanyak 24 titik, Sulawesi Selatan lima titik, Sulawesi Tengah empat titik, dan Sulawesi Barat satu titik.

Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Angka itu tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan yang terbakar sehingga pemeriksaan lapangan, patroli, dan pengecekan langsung tetap diperlukan.

Papua Selatan menjadi perhatian utama penanganan karhutla

Papua Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi dalam pemantauan tersebut. Berdasarkan laporan posko Kementerian Kehutanan, provinsi itu berstatus tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 28 November 2026.

Enam provinsi prioritas pengendalian karhutla—Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan—tidak mencatat titik panas berkepercayaan tinggi selama dua hari berturut-turut. Kementerian Kehutanan tetap menyatakan operasi lapangan berlangsung karena nihilnya deteksi satelit tidak otomatis berarti kebakaran telah padam.

Bagi pembaca di Indonesia, data ini menunjukkan konsentrasi ancaman karhutla berada di Papua Selatan, sementara angka nasional perlu dibaca bersama verifikasi di lapangan. Status tanggap darurat di provinsi tersebut masih berlaku sampai 28 November 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.