Akademi Oscar Tetap Utamakan Karya Manusia di Tokyo
Presiden Academy Lynette Howell Taylor menyatakan Oscar tetap mengutamakan keunggulan dan alur kerja manusia meski AI telah digunakan dalam pascaproduksi film selama satu dekade.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Tokyo — Presiden Academy of Motion Picture Arts and Sciences (Academy), Lynette Howell Taylor, menegaskan pada 28 Oktober 2026 bahwa Oscar akan tetap memberi penghargaan kepada karya yang digerakkan manusia ketika kecerdasan buatan (AI) semakin digunakan dalam pembuatan film.
Howell Taylor menyampaikan posisi itu kepada Variety di Tokyo. Ia mengatakan alur kerja manusia akan tetap menjadi dasar penilaian Academy, meski kemajuan teknologi dapat meningkatkan pengalaman penonton.
AI, menurut Howell Taylor, telah menjadi bagian dari alur kerja pascaproduksi selama satu dekade dan sudah digunakan dalam efek visual. Academy juga rutin membahas kaitan teknologi tersebut dengan kelayakan film untuk mengikuti Oscar.
Kreativitas manusia tetap menjadi dasar penghargaan Oscar
Pernyataan Academy relevan bagi industri film Indonesia karena penggunaan AI dalam pascaproduksi terus berkembang, sementara persoalan kontribusi kreatif, hak cipta, transparansi, dan pengungkapan penggunaan teknologi ikut memengaruhi aturan penghargaan internasional.
Howell Taylor menyebut hak cipta serta transparansi dan pengungkapan sebagai persoalan nyata yang dipertimbangkan Academy. Organisasi itu juga membuka kemungkinan penyempurnaan aturan kategori film internasional, termasuk jalur baru yang memungkinkan festival memenuhi syarat untuk mengantarkan film.
Dengan demikian, teknologi dapat digunakan untuk mendukung pengalaman penonton dan proses produksi, tetapi Academy menyatakan pusat alur kerja yang dinilai tetap manusia. Sumber yang dikutip tidak menyebut jadwal perubahan aturan AI atau keputusan lanjutan tertentu.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Airlangga Sebut Industri AI Berpotensi Sumbang Rp7.202 Triliun
Airlangga Hartarto menyebut industri AI berpotensi menyumbang Rp7.202 triliun bagi ekonomi Indonesia pada 2030. Pemerintah memperkuat Project NUSA ber…
Terbaru di Hiburan

Berita utama hari ini

Baca juga





