Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Laporan CREA Catat 3.560 Kematian akibat Asap Karhutla Indonesia

Laporan CREA memperkirakan asap kebakaran hutan dan lahan terkait dengan 3.560 kematian di Indonesia pada September 2026. Sekitar 57,8 juta orang terpapar udara tidak sehat hingga berbahaya.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Laporan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) yang dirilis pada 30 Oktober 2026 memperkirakan asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terkait dengan 3.560 kematian pada September 2026.

CREA menyebut paparan polusi PM2.5 jangka pendek menjadi dasar estimasi tersebut. Angka itu merupakan perkiraan kematian yang terjadi dalam beberapa hari setelah paparan, bukan hitungan kematian individual berdasarkan sertifikat kematian.

Pada bulan yang sama, sekitar 57,8 juta orang di Indonesia menghirup udara dengan kualitas tidak sehat hingga berbahaya.

Laporan tersebut juga mencatat polusi yang bukan berasal dari kebakaran, termasuk emisi perkotaan, pembangkit listrik, industri, dan transportasi, diperkirakan menyebabkan 1.750 kematian tambahan pada September. Dengan komponen itu, total kematian terkait polusi udara diperkirakan mencapai 5.310.

Asap karhutla berdampak luas pada kesehatan warga

Temuan CREA menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan wilayah yang mengalami kebakaran. Paparan udara tidak sehat hingga berbahaya menjangkau puluhan juta warga di Indonesia, sehingga kualitas udara menjadi isu kesehatan nasional.

Di Kalimantan, jumlah warga yang menghirup udara pada tingkat berbahaya pada hari-hari terburuk hampir meningkat tiga kali lipat, dari 2,8 juta menjadi 6,4 juta.

Perkiraan itu menggambarkan dampak paparan jangka pendek terhadap partikel halus PM2.5. Laporan CREA membedakan kematian yang dikaitkan dengan asap kebakaran dari kematian akibat sumber polusi kronis nonkebakaran.

CREA berbasis di Helsinki dan menerbitkan laporan tersebut pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebelum laporan media mengenai temuan itu terbit pada 30 Oktober 2026. Sumber-sumber yang melaporkan temuan tersebut tidak menyebutkan langkah lanjutan pemerintah dalam menanggapi estimasi ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.