Hasto Ajak Gen Z Pelajari Geopolitik Sukarno di Jakarta
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa dan Generasi Z memahami teori geopolitik Sukarno dalam pelatihan literasi geopolitik di Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa dan kalangan Generasi Z membedah serta membumikan teori geopolitik Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, dalam pelatihan literasi geopolitik di Universitas Bung Karno (UBK), Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menyampaikan ajakan tersebut saat membuka agenda bertajuk “Memahami Dunia, Memperkuat Indonesia”. Kegiatan berlangsung di Aula Soekarno, Kampus UBK.
Hasto menjelaskan bahwa geopolitik berkaitan dengan konstelasi geografis dan perjuangan kepentingan nasional suatu bangsa. Menurut dia, pemikiran Bung Karno menghubungkan kepentingan nasional dengan pemahaman terhadap aspek historis, geografis, geostrategis, geoekonomi, ilmu pengetahuan, serta kondisi rakyat.
Ia mendorong generasi muda memiliki cara pandang yang mengaitkan realitas sosial masyarakat, perspektif nasional, dan perkembangan politik internasional. Pemahaman itu dinilai diperlukan mahasiswa untuk membaca perubahan konstelasi dunia, menentukan sikap, dan memperjuangkan kepentingan nasional.
Literasi geopolitik menjadi bekal membaca perubahan global
Pelatihan tersebut melibatkan akademisi dan tokoh sejarah, antara lain Andi Widjajanto, Margaretha Hanita, dan Bonnie Triyana. Hasto berharap rangkaian kegiatan di UBK memperkuat kesadaran geopolitik Generasi Z agar mampu memahami hubungan antara sejarah, kepentingan nasional, kekuatan diplomasi, dan dinamika global.
Dalam pemaparannya, Hasto juga menyebut pandangan Sukarno mengenai wilayah kepulauan Indonesia dari Sabang hingga Merauke sebagai satu kesatuan cita-cita untuk membangun kekuatan nasional. Ia mengaitkan gagasan itu dengan posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim dan arah masa depan peradaban di kawasan Pasifik.
Hasto menilai pengalaman diplomasi pada masa pemerintahan Sukarno penting dipelajari generasi muda. Pembelajaran itu mencakup penggunaan berbagai instrumen kekuatan nasional untuk mendorong pengakhiran kolonialisme serta memahami kaitan antara kepentingan nasional dan perkembangan geopolitik dunia.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Tokoh

Nyoman Adhi dan Khaidir Dilantik sebagai Anggota BPK di Jakarta
Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman resmi mengucapkan sumpah sebagai anggota BPK periode 2026–2031 di Jakarta pada 3 November 2026.
Berita utama hari ini


