Mahasiswa UBSI Soroti Dugaan Pencemaran Air di Karawang
Kelompok mahasiswa UBSI melaporkan penugasan 21 hari di Desa Barugbug, Karawang, dengan program literasi anak dan sorotan atas dugaan pencemaran aliran air di sekitar Cikampek.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Karawang — Kelompok mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaporkan hasil penugasan selama 21 hari di Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, pada 4 November 2026, dengan fokus pada dugaan pencemaran aliran air di sekitar Cikampek serta program literasi anak.
Kelompok Barugbug menjalankan program pendidikan dan sosial selama penugasan. Mereka memperkuat literasi membaca bagi anak-anak di sekolah dan memberikan edukasi digital kepada masyarakat. Kelompok tersebut juga memperkenalkan potensi produk lokal, termasuk olahan daun kelor dan melon yang dikembangkan di desa.
Dalam laporan kegiatannya, kelompok menyebut aliran air di sekitar Barugbug terlihat hitam dan berbau menyengat. Kondisi itu dikaitkan dengan dugaan pencemaran limbah industri di sekitar Cikampek. Dugaan tersebut merupakan persoalan yang mereka angkat berdasarkan kondisi lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat setempat.
Kelompok itu dipimpin Regina Pracilla Syifa, mahasiswa Program Studi Ilmu UBSI kampus BSD. Desa Barugbug berada bersebelahan dengan Desa Situdam dan dipisahkan oleh Bendungan Barugbug.
Literasi dan dugaan pencemaran menjadi catatan pengabdian mahasiswa
Kegiatan ini penting bagi pembaca karena mempertemukan agenda pendidikan masyarakat dengan persoalan lingkungan di tingkat desa. Program literasi membaca menyasar anak-anak, sementara edukasi digital dan pengenalan produk lokal diarahkan untuk memperkuat kemampuan serta potensi masyarakat setempat.
Selama penugasan, mahasiswa tidak hanya menyusun dan menjalankan program, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan masyarakat, mengelola perbedaan pendapat, serta menjaga kekompakan kelompok. Hasil kegiatan tersebut kemudian mengantarkan Kelompok Barugbug meraih Juara Umum II BSI Explore 2026.
Regina berharap pemerintah dan pihak terkait meninjau kondisi aliran air serta mengambil langkah penanganan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap program literasi dan pengenalan potensi lokal dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan pendidikan dan potensi desa.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pendidikan

FK UMS Raih Akreditasi Internasional hingga 2034
FK UMS memperoleh akreditasi internasional IAAHEH dengan status Fully Accredited hingga 2034. Pengakuan itu mencakup Sarjana Kedokteran dan Profesi Do…
Berita utama hari ini

Baca juga



