PWI Kalsel Dorong Arsyad Al-Banjari Jadi Pahlawan Nasional
PWI Kalimantan Selatan mendorong Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diperjuangkan sebagai Pahlawan Nasional dalam Temu Narasi Syekh Yusuf Al-Makassari di Banjarbaru pada 5 November 2026.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Banjarbaru — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Temu Narasi 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Gedung Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (5/11/2026). Dalam kegiatan itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan Zainal Helmie mendorong agar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diperjuangkan sebagai Pahlawan Nasional.
Forum tersebut membahas perjalanan hidup, perjuangan, pemikiran, dan keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassari. Agenda ini menjadi bagian dari perayaan 400 tahun Syekh Yusuf yang telah mendapat pengakuan UNESCO.
Zainal menyampaikan dorongan itu ketika mengajak insan pers memanfaatkan forum untuk membedah sejarah perjuangan ulama Nusantara. Ia menyebut Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai ulama besar Kalimantan Selatan yang karya-karyanya digunakan pondok pesantren hingga luar negeri.
Usulan tokoh Kalsel mendapat ruang dalam forum sejarah
Penyelenggara memilih Kalimantan Selatan karena terdapat keterkaitan sejarah keislaman yang kuat dengan Syekh Yusuf. Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Promosi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Ishak Octovianus Manafe, menyebut ajaran Syekh Yusuf meluas kepada teman seangkatan dan penerusnya, termasuk Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Temu Narasi juga menekankan nilai kebinekaan, persatuan, dan keteladanan bagi generasi muda. Pembahasan itu menghubungkan warisan pemikiran ulama dengan penguatan narasi sejarah Indonesia.
Usulan terhadap Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari bukan gagasan baru. Ia dikenal pula sebagai Datu Kalampayan dan telah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dalam forum sebelumnya. Kegiatan di Banjarbaru kembali memberi ruang bagi PWI Kalimantan Selatan untuk menyampaikan dorongan tersebut dalam konteks pengenalan sejarah ulama Nusantara.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Golkar Kalsel Tiadakan Hiburan HUT ke-62 karena Karhutla
DPD Golkar Kalimantan Selatan meniadakan hiburan dan sejumlah kegiatan seremonial dalam HUT ke-62 pada 20 Oktober 2026. Peringatan diganti ziarah, doa…
Terbaru di Tokoh
Berita utama hari ini

Baca juga



