Kabar18.com

Jumat, 6 November 2026

PWI Kalsel Dorong Arsyad Al-Banjari Jadi Pahlawan Nasional

PWI Kalimantan Selatan mendorong Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diperjuangkan sebagai Pahlawan Nasional dalam Temu Narasi Syekh Yusuf Al-Makassari di Banjarbaru pada 5 November 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Buku tua terbuka dengan pena bulu berornamen perak dan wadah tinta di atas meja kayu.
Ilustrasi: Buku tua terbuka dengan pena bulu berornamen perak dan wadah tinta di atas meja kayu. · Foto: Atlantic Ambience / Pexels

Banjarbaru — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Temu Narasi 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Gedung Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (5/11/2026). Dalam kegiatan itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan Zainal Helmie mendorong agar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diperjuangkan sebagai Pahlawan Nasional.

Forum tersebut membahas perjalanan hidup, perjuangan, pemikiran, dan keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassari. Agenda ini menjadi bagian dari perayaan 400 tahun Syekh Yusuf yang telah mendapat pengakuan UNESCO.

Zainal menyampaikan dorongan itu ketika mengajak insan pers memanfaatkan forum untuk membedah sejarah perjuangan ulama Nusantara. Ia menyebut Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai ulama besar Kalimantan Selatan yang karya-karyanya digunakan pondok pesantren hingga luar negeri.

Usulan tokoh Kalsel mendapat ruang dalam forum sejarah

Penyelenggara memilih Kalimantan Selatan karena terdapat keterkaitan sejarah keislaman yang kuat dengan Syekh Yusuf. Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Promosi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Ishak Octovianus Manafe, menyebut ajaran Syekh Yusuf meluas kepada teman seangkatan dan penerusnya, termasuk Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Temu Narasi juga menekankan nilai kebinekaan, persatuan, dan keteladanan bagi generasi muda. Pembahasan itu menghubungkan warisan pemikiran ulama dengan penguatan narasi sejarah Indonesia.

Usulan terhadap Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari bukan gagasan baru. Ia dikenal pula sebagai Datu Kalampayan dan telah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dalam forum sebelumnya. Kegiatan di Banjarbaru kembali memberi ruang bagi PWI Kalimantan Selatan untuk menyampaikan dorongan tersebut dalam konteks pengenalan sejarah ulama Nusantara.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Tokoh

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.