TNI Kerahkan Hampir 40.000 Prajurit Tangani Karhutla di Tiga Provinsi
Pada 21 Oktober 2026, TNI mengerahkan hampir 40.000 prajurit gabungan dan belasan armada udara untuk menangani karhutla di tiga provinsi. Operasi juga didukung pengiriman 13,6 ton bahan semai setiap hari.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Pada 21 Oktober 2026, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan hampir 40.000 prajurit gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, menurut laporan konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma.
Pengerahan itu mencakup personel TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Rinciannya meliputi 12.700 personel untuk Sumatera Selatan, 16.387 personel untuk Kalimantan Tengah, dan 17.927 personel di wilayah pangkalan Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.
Operasi tersebut mendukung penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pengeboman air, serta pengiriman logistik dan bahan semai. Sebanyak 13,6 ton bahan semai dikirim setiap hari untuk mendukung operasi.
Selain personel, TNI mengerahkan belasan armada udara. Pesawat digunakan untuk penyemaian bahan berupa dry ice dan garam, sedangkan pesawat angkut membawa kebutuhan OMC dari Jakarta menuju Palembang dan Banjarmasin.
Pengerahan TNI memperkuat operasi karhutla di tiga provinsi
Bagi pembaca di Indonesia, operasi ini menunjukkan skala dukungan pemerintah terhadap wilayah yang menghadapi karhutla. Penanganan dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara, termasuk rekayasa cuaca untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah sasaran serta pengeboman air untuk membantu pemadaman.
Perwira Staf Ahli Panglima TNI Marsekal Muda Esron Sinaga menyebut pengerahan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang, khususnya bantuan penanggulangan bencana. Personel siaga ditempatkan di tiga wilayah prioritas yang disebut dalam laporan.
Dua unit ditempatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dan tiga unit di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin, untuk mendukung penyemaian bahan OMC.
Pesawat angkut itu dapat terbang tiga sortie atau lebih dalam sehari untuk mendorong logistik ke lokasi operasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Karhutla Gunung Lawu Meluas hingga 490 Hektare
Kebakaran Gunung Lawu meluas menjadi 490 hektare, sedangkan api Gunung Sumbing merembet ke Magelang. Wonosobo menetapkan status tanggap darurat dan pe…
Terbaru di Pertahanan
Baca juga



