Rupiah Tertekan, Diproyeksikan Mendekati Rp18.000 di Jakarta
Doo Financial Futures memproyeksikan rupiah bergerak pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS pada Jumat, 25 September 2026. Rupiah dibuka Rp17.933.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah diproyeksikan bergerak dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, dengan rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS menurut analisis Doo Financial Futures.
Bisnis.com melaporkan rupiah pada perdagangan Kamis, 24 September 2026, ditutup melemah 0,55 persen atau 98 poin ke level Rp17.916 per dolar AS berdasarkan data analisis Doo Financial Futures. Proyeksi untuk perdagangan Jumat menempatkan pergerakan rupiah pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Laporan Suara.com menyebut rupiah dibuka pada level Rp17.933 per dolar AS pada Jumat, melemah 17 poin atau 0,09 persen dari penutupan sebelumnya Rp17.916 per dolar AS. Pergerakan itu membawa rupiah mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
Mengapa tekanan rupiah penting bagi pembaca
Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat relevan bagi pembaca karena memengaruhi harga barang, jasa, serta transaksi yang menggunakan mata uang asing. Rentang proyeksi Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS menunjukkan tingkat pergerakan yang dipantau pelaku pasar pada perdagangan Jumat.
Bank Indonesia mencatat kurs transaksi pada 25 September 2026 untuk dolar Amerika Serikat sebesar Rp17.987,49 pada kurs jual dan Rp17.808,51 pada kurs beli. Angka tersebut merupakan kurs transaksi Bank Indonesia dan berbeda dari harga rupiah di pasar spot atau pembukaan perdagangan.
Suara.com juga melaporkan analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut kenaikan suku bunga Federal Reserve sebagai salah satu pendorong pelemahan rupiah. Laporan itu menambahkan bahwa harapan kesepakatan Amerika Serikat dan Iran serta penurunan harga minyak mentah dunia pada pagi hari dapat menahan pelemahan yang lebih besar.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
BI Perkirakan Kerugian Siber Indonesia Capai US$6,2 Miliar pada 2026
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut kerugian serangan siber di Indonesia pada 2026 diperkirakan US$ 6,2 miliar. Estimasi itu mencakup pe…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





