Kabar18.com

Minggu, 20 September 2026

Sebelum Memilih Film, Bedakan Klasifikasi Usia dari Skor Penonton

Label usia menjelaskan kesesuaian materi film untuk penonton, bukan nilai mutu cerita. Panduan LSF dan BBFC membantu keluarga membaca fungsi klasifikasi dengan lebih tepat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi penggunaan ponsel dalam foto arsip 2015. Bukan adegan film, poster, atau tampilan layanan klasifikasi usia.
Ilustrasi penggunaan ponsel dalam foto arsip 2015. Bukan adegan film, poster, atau tampilan layanan klasifikasi usia. · Foto: bohed/Pixabay, via Océanos y dados/Wikimedia Commons, CC0

Film yang ramai diperbincangkan belum tentu cocok untuk setiap anggota keluarga. Sebelum memilih tontonan, klasifikasi usia memberi informasi yang berbeda dari skor ulasan atau jumlah penontonnya.

Lembaga Sensor Film Indonesia menjabarkan empat golongan: Semua Umur atau SU, 13+, 17+, dan 21+. Kriterianya mencakup tema, adegan visual, serta dialog yang sesuai dengan perkembangan kelompok penonton. Untuk SU, misalnya, LSF menekankan materi yang tidak merugikan perkembangan anak serta tidak menampilkan kekerasan atau situasi berbahaya yang mudah ditiru.

Kategori 13+ mempertimbangkan penonton dalam peralihan dari anak-anak ke remaja. Sementara itu, kriteria 17+ dan 21+ mencakup materi yang ditujukan kepada kelompok usia lebih dewasa. Label tersebut tidak berarti film dengan batas usia lebih tinggi otomatis lebih bermutu atau lebih layak mendapat penghargaan.

Sebagai pembanding, British Board of Film Classification atau BBFC menjelaskan bahwa klasifikasi usia dan keterangan isi dipakai untuk membantu penonton mengambil keputusan. Lembaga independen di Inggris itu menyebut perlindungan anak serta pemberdayaan orang tua sebagai bagian dari prinsip kerjanya.

Keterangan isi patut dibaca bersama angka usia apabila tersedia. Bagi keluarga yang sedang memilih tontonan, ringkasan tema dapat menjadi bahan percakapan: apakah anak sudah memahami cerita itu, bagian apa yang mungkin mengganggu, dan apakah perlu memilih judul lain. Pertanyaan ini lebih berguna daripada hanya mengikuti daftar film terpopuler.

Sistem Inggris tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti klasifikasi yang berlaku pada penayangan di Indonesia. Saat membeli tiket atau memilih film di layanan daring, periksa informasi untuk judul dan versi yang akan ditonton. Poster, potongan promosi, serta rekomendasi teman membantu menemukan film, tetapi informasi kesesuaian usia tetap perlu dilihat tersendiri.

Sumber: Lembaga Sensor Film RI — Penggolongan Usia; British Board of Film Classification — What We Do.

Foto arsip: bohed/Pixabay; via Océanos y dados, CC0 1.0. Ilustrasi penggunaan ponsel dalam foto arsip 2015. Bukan adegan film, poster, atau tampilan layanan klasifikasi usia.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.