TNI AD Tertibkan Bendera Bulan Bintang di Pidie
Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pulo Keunari, Pidie, pada 4 November 2026 menewaskan satu warga dan melukai 13 warga serta enam personel TNI. Situasi keamanan kemudian dinyatakan kondusif.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Pidie — TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama unsur terkait menertibkan dan menurunkan Bendera Bulan Bintang di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 4 November 2026. Peristiwa itu menyebabkan satu warga meninggal dunia, 13 warga terluka, dan enam personel TNI terluka.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono menyatakan 14 warga menjadi korban dalam insiden tersebut. Rinciannya, satu warga meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan mendapat penanganan medis.
Warga yang meninggal dunia bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Laporan media menyebut insiden bermula ketika Bendera Bulan Bintang dikibarkan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari.
Penertiban dilakukan oleh personel TNI AD dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie bersama unsur terkait. Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan bendera tersebut dari lokasi kegiatan.
Situasi Pidie dinyatakan kondusif setelah penertiban
Kepala Dinas Penerangan TNI AD menyatakan situasi keamanan di Desa Pulo Keunari secara umum telah kondusif. Personel TNI tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.
Peristiwa ini menjadi perhatian pembaca nasional karena menyangkut penertiban simbol yang dikibarkan dalam kegiatan masyarakat, keterlibatan aparat, serta jatuhnya korban dari warga dan personel TNI. Informasi mengenai korban, lokasi, dan kondisi keamanan disampaikan dalam keterangan TNI AD yang dikutip sejumlah media nasional.
Korban meninggal dunia telah dimakamkan pada Kamis dini hari, 5 November 2026, menurut laporan yang memuat keterangan terkait. Tidak ada langkah lanjutan lain yang dicantumkan dalam laporan-laporan yang tersedia selain pemantauan dan koordinasi aparat untuk mencegah eskalasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Setelah Hujan Sepekan
Banjir dengan ketinggian lebih dari 30 sentimeter merendam 15 desa di Nagan Raya, Aceh. Hujan deras selama sepekan membuat Krueng Lamie dan Krueng Tri…
Terbaru di Pertahanan

Baca juga





