Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

Banjir Meluas, 12 Desa di Aceh Barat Terendam

Banjir di Kabupaten Aceh Barat meluas pada 1 November 2026 dan merendam 12 desa di tiga kecamatan. BPBD mengerahkan tim gabungan, sementara debit sungai masih tinggi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sungai berarus deras dan keruh di antara tebing hutan hijau di bawah langit berawan.
Ilustrasi: Sungai berarus deras dan keruh di antara tebing hutan hijau di bawah langit berawan. · Foto: Carlos Macedonio / Pexels

Meulaboh — Banjir meluas di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, pada Minggu (1/11/2026) dan merendam 12 desa di tiga kecamatan. Ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai puluhan centimeter, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mengerahkan tim gabungan untuk pendataan dan penanganan.

Wilayah terdampak berada di Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat. Di Pante Ceureumen, genangan melanda tujuh desa, yakni Gampong Keutambang, Gampong Lawet, Gampong Jambak, Gampong Puloe Teungoh, Gampong Lango, Gampong Canggai, dan Gampong Sikundo.

Di Kecamatan Sungai Mas, banjir merendam Gampong Tungkop, Gampong Kajeung, Gampong Lancong, serta Gampong Geudong. Satu wilayah lain yang terdampak berada di Kecamatan Woyla Barat, yaitu Gampong Napai. Di lokasi itu, debit air meningkat dan mulai menggenangi rumah warga.

BPBD Aceh Barat menyebut banjir dipicu hujan berintensitas tinggi dan luapan sejumlah sungai besar di wilayah pedalaman. Luapan Krueng Meureubo berdampak pada wilayah Pante Ceureumen, sedangkan Krueng Woyla meluap di kawasan Sungai Mas. Banjir mulai terjadi sejak Sabtu (31/10/2026).

Debit sungai tinggi menuntut kewaspadaan warga

Perluasan genangan berdampak langsung pada permukiman dan akses warga di tiga kecamatan. Informasi mengenai kondisi sungai penting bagi pembaca di tingkat nasional karena menunjukkan risiko banjir yang dapat meluas setelah hujan deras, sekaligus membantu warga dan pemerintah daerah memperhatikan kawasan sepanjang aliran sungai.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai tetap waspada karena debit air masih terpantau sangat tinggi. Tim gabungan dikerahkan untuk memantau kondisi lapangan, mendata dampak, dan melakukan penanganan terhadap wilayah yang terdampak.

Sumber laporan menyebut sebagian rumah warga mulai terendam. Hingga laporan pada Minggu, tidak ada keterangan tambahan mengenai perubahan status banjir atau langkah evakuasi lanjutan selain pemantauan dan penanganan oleh BPBD.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.