Kabar18.com

Kamis, 5 November 2026

Hotspot Karhutla Bertambah di Merauke dan Mappi Papua Selatan

Hotspot baru terdeteksi di Merauke dan Mappi, Papua Selatan, pada 5 November 2026. Karhutla sepanjang tahun ini meluas di 36 provinsi dan 340 kabupaten.

Oleh

· 2 menit baca

Merauke — Hotspot baru terdeteksi di Kota Merauke dan Kota Mappi, Papua Selatan, pada pemantauan Kamis, 5 November 2026 hingga pukul 06:22 WIB. Data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi+) yang dihimpun dari citra satelit NASA MODIS juga mencatat kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026 meluas di 36 provinsi dan 340 kabupaten.

Lokasi hotspot disebut berada di Kecamatan Ulilin, Waan, Tanah Miring, Tubang, dan Mambioman Bapai. Laporan CNBC Indonesia menyebut kebakaran sepanjang tahun tersebut telah melahap lebih dari 202.000 hektare lahan. Pada November yang baru berjalan lima hari, sebanyak 441 hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia.

Karhutla Papua Selatan membutuhkan pemantauan berkelanjutan

Perkembangan di Papua Selatan penting bagi pembaca karena Merauke dan Mappi menjadi lokasi terbaru yang masuk dalam pemantauan titik panas. Data pembanding dari Mongabay juga menyebut karhutla hingga Agustus 2026 tersebar di 340 kabupaten di 36 provinsi, dengan luas lebih dari 202.000 hektare. Laporan itu mencatat Merauke dan Mappi sebagai wilayah dengan luas area terbakar indikatif yang besar di Papua Selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peluang curah hujan di Merauke dan sekitarnya masih relatif rendah pada awal November. BMKG juga memantau titik panas serta pergerakan asap di Papua Selatan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah tersebut dilaksanakan sejak 22 Oktober 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 5 November 2026.

BMKG memperkirakan potensi karhutla masih perlu diwaspadai sepanjang November dan mulai berkurang pada awal Desember seiring meningkatnya peluang hujan. Lembaga itu juga menyiapkan peta wilayah rawan karhutla untuk membantu memfokuskan patroli pada kabupaten dan kecamatan dengan tingkat kerawanan lebih tinggi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.