64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Nasional
Pemerintah melaporkan pengerahan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, melalui kombinasi operasi pemadaman dari udara dan darat.
Oleh Arsyid Muhamad
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Indonesia (berbagai provinsi terdampak karhutla) — Pemerintah pusat menyatakan telah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, melalui operasi pemadaman dari udara dan darat. Langkah ini ditujukan untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, mengurangi dampak asap, dan melindungi masyarakat di daerah terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, sejak Agustus 2026 pemerintah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Armada udara itu terdiri dari 55 pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digunakan untuk water bombing, patroli, dan operasi modifikasi cuaca. Menurut Teddy, seluruh kekuatan dari udara hingga darat terus digerakkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api meluas.
Selain dukungan udara, pemerintah juga mengerahkan 54.394 personel gabungan di lapangan. Personel ini berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, dan unsur masyarakat. Menurut keterangan Teddy, pasukan darat tersebut bertugas melakukan pemadaman langsung, pembuatan sekat bakar, serta membantu evakuasi dan perlindungan warga di sekitar lokasi kebakaran.
Data rinci yang disampaikan Teddy menunjukkan sebaran personel di sejumlah provinsi prioritas penanganan karhutla. Di Kalimantan Barat terdapat 14.759 personel, di Riau dan Kepulauan Riau 14.382 personel, di Sumatera Selatan 11.026 personel, di Jambi 5.984 personel, di Kalimantan Tengah 4.686 personel, dan di Kalimantan Selatan 3.557 personel. Menurut laporan media lokal, provinsi-provinsi tersebut menjadi fokus operasi karena peningkatan titik panas (hotspot) dan meluasnya kabut asap.
Pemerintah menyebut ancaman karhutla kembali meningkat tajam pada pertengahan September 2026. Pontianak Post melaporkan, hingga Sabtu 19 September malam terdeteksi 1.323 titik panas berkepercayaan tinggi di Indonesia, meningkat 142 persen dibandingkan hari sebelumnya. Dalam situasi ini, Seskab Teddy menegaskan bahwa seluruh kekuatan pemerintah terus digerakkan dari darat dan udara untuk memadamkan api serta mengurangi dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
BNPB sebelumnya menyampaikan bahwa dukungan udara ke daerah terdampak karhutla mencakup helikopter dan pesawat untuk patroli, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca. Di Kalimantan Barat, BNPB melaporkan penguatan satuan tugas darat dengan ribuan personel serta penggunaan beberapa unit pesawat dan helikopter untuk pemadaman. Langkah-langkah ini melengkapi pengerahan pesawat dan personel yang dilaporkan Sekretaris Kabinet.
Pemerintah juga memantau dampak kabut asap terhadap aktivitas warga, termasuk dunia pendidikan di wilayah terdampak. Menurut pemberitaan nasional, ribuan sekolah di Kalimantan sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh karena kualitas udara menurun akibat karhutla. Dalam konteks ini, operasi pemadaman karhutla dari udara dan darat diharapkan dapat menurunkan jumlah hotspot dan memperbaiki kualitas udara di berbagai daerah.
Sumber
- Liputan6.com - Seskab Teddy Sebut 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Kebakaran Hutan
- Tribunnews.com - 64 Pesawat Hingga 54 Ribu Personel Sudah Diturunkan Untuk Tangani Karhutla, Seskab Ungkap Kendala
- Viva.co.id - 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla, Setkab Teddy: Dari Udara hingga Darat Seluruh Kekuatan Terus Bergerak
- Akurat.co - Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel untuk Tangani Karhutla
- Pontianak Post - Hotspot Melonjak 142 Persen, 64 Pesawat Dikerahkan
- BNPB.go.id - Perkembangan Situasi dan Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia 5 September 2026
- RRI.co.id - BNPB Paparkan Kondisi Karhutla 15 September 2026 di Sejumlah Wilayah Indonesia
Berita berikutnya

Prakiraan 21–24 September: Papua Tengah Siaga Hujan, Daerah Kering Tetap Waspada
BMKG menempatkan Papua Tengah pada kategori siaga hujan untuk 21–24 September 2026. Pada saat bersamaan, kekeringan dan kebakaran lahan tetap menjadi…

