Mengapa Bencana Hidrometeorologi Mendominasi Indonesia pada 2026?
BNPB mencatat 2.295 bencana di Indonesia hingga 4 November 2026. Bencana hidrometeorologi mendominasi 99,21 persen kejadian, dengan 427 orang meninggal dan 21 orang hilang.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.295 kejadian bencana di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 4 November 2026. Data tersebut disampaikan berdasarkan catatan BNPB per 4 November 2026.
Bencana hidrometeorologi mendominasi dengan porsi 99,21 persen, sedangkan bencana geologi mencapai 0,79 persen. Jenis bencana hidrometeorologi yang dicatat meliputi banjir, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, kekeringan, tanah longsor, serta gelombang pasang dan abrasi.
Rangkaian bencana itu menyebabkan 427 orang meninggal dunia dan 21 orang hilang. BNPB juga mencatat 3.260 orang luka-luka serta 6.005.617 orang menderita dan mengungsi.
Dominasi bencana hidrometeorologi memperkuat kebutuhan mitigasi
Besarnya porsi bencana hidrometeorologi menunjukkan bahwa risiko banjir, karhutla, cuaca ekstrem, kekeringan, longsor, dan abrasi menjadi bagian utama dari catatan kebencanaan nasional hingga 4 November 2026. Data BNPB menempatkan kelompok bencana tersebut jauh di atas bencana geologi.
Untuk bencana geologi, BNPB mencatat 14 kejadian gempa bumi dan empat kejadian erupsi gunung api. Tidak ada kejadian tsunami yang tercatat dalam data tersebut.
BNPB juga mencatat 1.063 kebakaran hutan dan lahan, 611 banjir, 351 cuaca ekstrem, 125 kekeringan, 113 tanah longsor, serta 14 gelombang pasang atau abrasi. Angka itu menggambarkan jenis kejadian yang membentuk dominasi bencana hidrometeorologi sepanjang periode pencatatan.
Data harian BNPB menunjukkan total tersebut bertambah 10 kejadian dari catatan 2.285 kejadian pada 3 November 2026. Tambahan itu membuat akumulasi bencana nasional mencapai 2.295 kejadian pada 4 November 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Indonesia-Singapura Bahas Pembentukan Gugus Tugas Tangani Karhutla
Indonesia dan Singapura membahas pembentukan gugus tugas bersama untuk memperkuat pertukaran informasi, koordinasi penegakan, dan tanggung jawab pelak…
Terbaru di Analisis

Baca juga





