Kabar18.com

Minggu, 4 Oktober 2026

AFTECH Catat 84 Persen Anggota Pakai AI, Deepfake Mengintai

Survei Anggota AFTECH 2025–2026 mencatat 84 persen anggota telah memakai AI dalam proses bisnis. Penggunaan itu diikuti risiko penipuan deepfake.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang memegang topeng putih polos yang menutupi wajahnya dengan latar belakang gelap.
Ilustrasi: Seseorang memegang topeng putih polos yang menutupi wajahnya dengan latar belakang gelap. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Jakarta — Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) melaporkan 84 persen anggotanya telah mengadopsi kecerdasan artifisial (AI) dalam proses bisnis pada 3 Oktober 2026. Perkembangan ini diikuti risiko penipuan berbasis deepfake dalam layanan fintech.

Temuan tersebut tercantum dalam AFTECH Annual Members Survey 2025–2026. Penggunaan AI di industri fintech Indonesia terus meluas, sementara teknologi yang sama dapat dimanfaatkan untuk membuat penipuan identitas lebih meyakinkan.

Modus yang diwaspadai mencakup wajah sintetis berbasis foto KTP atau swafoto, video tukar wajah (face swap), serta rekaman proses verifikasi asli yang diputar ulang untuk meniru pengguna sah. Ancaman tersebut dapat menyasar proses pendaftaran pengguna jarak jauh dan autentikasi transaksi.

Selain manipulasi visual di depan kamera, deepfake dapat disisipkan ke aliran data ketika verifikasi identitas berlangsung melalui kamera virtual. Teknik ini disebut serangan injeksi (injection attack).

Risiko AI perlu diperhitungkan dalam layanan fintech

Bagi konsumen, peningkatan penggunaan AI berarti proses layanan digital harus tetap disertai pengamanan identitas. Penipuan yang memanfaatkan wajah, video, dokumen, atau aliran data dapat menyulitkan proses pemeriksaan jika sistem hanya mengandalkan satu lapisan verifikasi.

Pendekatan keamanan berlapis dan fraud intelligence menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi ancaman tersebut. Deepfake dapat digunakan dalam verifikasi identitas melalui serangan injeksi, termasuk dengan memanfaatkan foto KTP, swafoto, video tukar wajah, dan rekaman verifikasi.

AFTECH merupakan wadah penyelenggara fintech untuk beradvokasi dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan. Dalam survei 2025–2026, adopsi AI oleh anggota asosiasi menjadi indikator meluasnya penggunaan teknologi itu dalam operasional industri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.