AFTECH Catat 84 Persen Anggota Pakai AI, Deepfake Mengintai
Survei Anggota AFTECH 2025–2026 mencatat 84 persen anggota telah memakai AI dalam proses bisnis. Penggunaan itu diikuti risiko penipuan deepfake.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) melaporkan 84 persen anggotanya telah mengadopsi kecerdasan artifisial (AI) dalam proses bisnis pada 3 Oktober 2026. Perkembangan ini diikuti risiko penipuan berbasis deepfake dalam layanan fintech.
Temuan tersebut tercantum dalam AFTECH Annual Members Survey 2025–2026. Penggunaan AI di industri fintech Indonesia terus meluas, sementara teknologi yang sama dapat dimanfaatkan untuk membuat penipuan identitas lebih meyakinkan.
Modus yang diwaspadai mencakup wajah sintetis berbasis foto KTP atau swafoto, video tukar wajah (face swap), serta rekaman proses verifikasi asli yang diputar ulang untuk meniru pengguna sah. Ancaman tersebut dapat menyasar proses pendaftaran pengguna jarak jauh dan autentikasi transaksi.
Selain manipulasi visual di depan kamera, deepfake dapat disisipkan ke aliran data ketika verifikasi identitas berlangsung melalui kamera virtual. Teknik ini disebut serangan injeksi (injection attack).
Risiko AI perlu diperhitungkan dalam layanan fintech
Bagi konsumen, peningkatan penggunaan AI berarti proses layanan digital harus tetap disertai pengamanan identitas. Penipuan yang memanfaatkan wajah, video, dokumen, atau aliran data dapat menyulitkan proses pemeriksaan jika sistem hanya mengandalkan satu lapisan verifikasi.
Pendekatan keamanan berlapis dan fraud intelligence menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi ancaman tersebut. Deepfake dapat digunakan dalam verifikasi identitas melalui serangan injeksi, termasuk dengan memanfaatkan foto KTP, swafoto, video tukar wajah, dan rekaman verifikasi.
AFTECH merupakan wadah penyelenggara fintech untuk beradvokasi dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan. Dalam survei 2025–2026, adopsi AI oleh anggota asosiasi menjadi indikator meluasnya penggunaan teknologi itu dalam operasional industri.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





