Kabar18.com

Senin, 2 November 2026

Aktivis Iklim Arak Godzilla El Niño dan Desak Penghentian Deforestasi

Koalisi Orang Muda untuk Keadilan Iklim mengarak instalasi Godzilla El Niño di Jakarta pada 30 Oktober 2026 dan mendesak penghentian deforestasi serta reformasi kebijakan energi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tanah kering yang pecah-pecah dengan tunas-tunas rumput hijau tumbuh di sela-selanya.
Ilustrasi: Tanah kering yang pecah-pecah dengan tunas-tunas rumput hijau tumbuh di sela-selanya. · Foto: Fatih KÖRKÜ / Pexels

Jakarta Pusat — Koalisi Orang Muda untuk Keadilan Iklim menggelar aksi pada 30 Oktober 2026 dengan mengarak instalasi Godzilla El Niño dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat menuju kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi tentang tuntutan kebijakan iklim yang disampaikan di Jakarta saat luas area terbakar di Indonesia dilaporkan mencapai 1,92 juta hektare hingga akhir September 2026.

Aksi itu membawa pesan keadilan iklim antargenerasi. Menurut Suara.com dan Detik, instalasi setinggi sekitar lima meter tersebut menjadi simbol krisis iklim, sedangkan peserta menyampaikan tuntutan terkait perlindungan lingkungan dan kebijakan energi.

Dalam manifesto yang dibacakan, koalisi menolak model pembangunan yang dinilai eksploitatif serta mendesak penghentian deforestasi dan perusakan ekosistem. Mereka juga meminta pemerintah menindak korporasi perusak lingkungan, menjamin pemulihan ekosistem, serta melindungi masyarakat terdampak.

Media Indonesia melaporkan koalisi turut menuntut penerapan pajak atas keuntungan berlebih industri fosil berdasarkan prinsip pencemar membayar. Mereka juga meminta manfaat ekonomi transisi energi tidak terkonsentrasi pada korporasi dan investor besar.

Aksi tersebut berlangsung ketika karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah. CNN Indonesia melaporkan data satelit Nusantara Atlas mencatat luas area terbakar di Indonesia mencapai 1,92 juta hektare hingga akhir September 2026. Anggota DPR yang dikutip Pantau mendesak pemerintah mengevaluasi sistem pengendalian karhutla.

Koalisi juga mendesak pemerintah merevisi dokumen kontribusi yang ditetapkan secara nasional untuk memastikan target penurunan emisi selaras dengan batas kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius, disertai kebijakan yang mengikat dan pengawasan publik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.