Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dijaga lewat APBN dan Kebijakan BI?
Pertumbuhan ekonomi, inflasi, APBN, dan kebijakan suku bunga menunjukkan cara pemerintah serta Bank Indonesia menjaga aktivitas ekonomi Indonesia tanpa mengabaikan stabilitas harga.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Pertanyaan yang paling berguna untuk membaca kondisi ekonomi Indonesia adalah: dari mana pertumbuhan ekonomi dibiayai dan dijaga? Data 2025 menunjukkan ekonomi tumbuh 5,11 persen, sementara inflasi Desember berada di 2,92 persen. Pemerintah dan Bank Indonesia menjalankan kebijakan fiskal serta moneter untuk menjaga pertumbuhan dan stabilitas harga.
Apa angka utama ekonomi Indonesia pada 2025?
Menurut Bank Indonesia dalam Laporan Kelembagaan 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan, lebih tinggi daripada pertumbuhan 2024 sebesar 5,03 persen. Angka ini menggambarkan pertumbuhan seluruh perekonomian, bukan kenaikan pendapatan setiap rumah tangga.
Inflasi Indeks Harga Konsumen pada Desember 2025 tercatat 2,92 persen secara tahunan, sedangkan inflasi inti sebesar 2,38 persen, menurut Bank Indonesia, 2025. Inflasi pangan bergejolak lebih tinggi, yaitu 6,21 persen.
Bagaimana APBN mendukung kegiatan ekonomi?
Dalam RAPBN 2026, pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp3.786,5 triliun, menurut Kementerian Keuangan, 2025. Belanja itu terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.136,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp650,0 triliun.
Pendapatan negara dalam RAPBN 2026 ditargetkan sebesar Rp3.147,7 triliun. Perbedaan antara rencana pendapatan dan belanja menunjukkan APBN dirancang untuk membiayai program negara sekaligus menopang aktivitas ekonomi melalui belanja pemerintah.
Seberapa besar realisasi APBN pada 2026?
Hingga semester I 2026, pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, menurut Kementerian Keuangan, 2026. Belanja negara terealisasi Rp1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari pagu dan tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Komponen belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah mencapai Rp357,4 triliun, menurut Kementerian Keuangan, 2026. Angka tersebut menunjukkan jalur belanja pusat dan daerah sama-sama menjadi bagian dari pelaksanaan kebijakan fiskal.
Apa peran Bank Indonesia?
Bank Indonesia menggunakan kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar untuk menjaga inflasi serta mendukung kegiatan ekonomi. Dalam laporan kebijakan moneter triwulan IV 2025, Bank Indonesia mencatat BI-Rate sebesar 4,75 persen pada 20-21 Januari 2026.
Bank Indonesia juga menyatakan sasaran inflasi 2026 dan 2027 berada pada kisaran 2,5 plus atau minus 1 persen. Kerangka ini menjelaskan mengapa pertumbuhan ekonomi dinilai bersama indikator harga dan stabilitas sistem keuangan, bukan dari satu angka pertumbuhan saja.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
DPR Koordinasikan Kebijakan Ekonomi Bersama Pemerintah di Jakarta
DPR menggelar rapat koordinasi di Gedung Nusantara III, Jakarta, bersama pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan Danantara Indonesia. Pertemuan membahas…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





