Kabar18.com

Sabtu, 26 September 2026

BNPB Akui Kabut Asap Karhutla Berdampak pada Kesehatan Warga

BNPB mengklarifikasi bahwa istilah normal hanya merujuk pada aktivitas dasar yang masih berjalan. Warga di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tetap menghadapi dampak serius kabut asap.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Palangka Raya — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat, 25 September 2026, mengklarifikasi bahwa masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, masih menghadapi dampak serius kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, istilah “normal” dalam pernyataan sebelumnya hanya merujuk pada indikator terbatas aktivitas dasar masyarakat yang masih berjalan. Aktivitas itu mencakup lalu lintas darat, perdagangan, dan pelayanan masyarakat.

Klarifikasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menyatakan kondisi lingkungan telah normal atau mengabaikan kesulitan masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap. BNPB juga menegaskan pernyataan itu tidak untuk mengurangi fakta mengenai menurunnya kualitas hidup warga terdampak.

Dampak kabut asap menyentuh layanan publik dan kesehatan

Menurut BNPB, dampak kabut asap terlihat pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, penerbangan, serta aktivitas lain di sejumlah lokasi. Tebalnya kabut asap di beberapa wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat juga mengganggu penerbangan komersial dan operasi udara untuk penanganan karhutla.

Keterangan itu menjadi penting bagi pembaca karena persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan aktivitas dasar yang tetap berlangsung. Kondisi udara dan gangguan terhadap kesehatan, pendidikan, serta konektivitas udara menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih menghadapi dampak langsung bencana.

Klarifikasi BNPB disampaikan setelah pernyataan mengenai roda kehidupan masyarakat yang berjalan normal dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada 23 September 2026. BNPB kemudian memberi penjelasan mengenai konteks penggunaan kata tersebut dan dampak yang masih dialami masyarakat di wilayah terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.