BPBD Jawa Barat Dorong Siskamling Hadapi Bencana Hidrometeorologi
BPBD Jawa Barat mendorong warga mengaktifkan kembali siskamling untuk mendeteksi dini ancaman banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Status siaga direkomendasikan hingga 30 April 2027.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Bandung — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mendorong warga mengaktifkan kembali ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi di Jawa Barat pada musim hujan.
Imbauan itu disampaikan setelah potensi tanah longsor dan pergerakan tanah dinilai dapat mengancam warga ketika sedang beristirahat pada malam hari. Siskamling diharapkan membantu deteksi dini dan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap risiko bencana di lingkungan masing-masing.
BPBD Jawa Barat juga merekomendasikan penetapan status siaga bencana hidrometeorologi basah mulai 1 November 2026 hingga 30 April 2027. Rekomendasi tersebut masih menunggu keputusan Gubernur Jawa Barat melalui keputusan gubernur.
Siskamling memperkuat deteksi dini bencana di permukiman
Bagi warga, pengaktifan ronda malam menjadi bagian dari kesiapsiagaan di tingkat lingkungan. Petugas ronda dapat membantu menyampaikan peringatan ketika menemukan tanda-tanda banjir, longsor, atau pergerakan tanah, terutama pada waktu sebagian warga sedang tidur.
Rekomendasi status siaga disusun setelah rapat koordinasi BPBD Jawa Barat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta kepala pelaksana BPBD kabupaten dan kota. Ancaman yang menjadi perhatian mencakup banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah.
BPBD meminta warga mengenali risiko bencana di sekitar tempat tinggal. Masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi Inarisk Personal untuk mengetahui potensi ancaman serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan.
Warga diminta segera menjauh dan melakukan evakuasi mandiri jika menemukan tanda alam yang mengarah pada banjir atau longsor. Penetapan resmi periode siaga selanjutnya bergantung pada keputusan gubernur sebagaimana direkomendasikan BPBD Jawa Barat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Inspirasi
Hendro Gunawan Tingkatkan Panen Kentang di Kamojang
Hendro Gunawan meningkatkan panen kentang di Kamojang dari 4-5 ton menjadi 9,5 ton dengan pupuk organik. Omzet pertanian kelompoknya melampaui Rp100 j…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga





