Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

AS dan Rusia Saling Veto Mandat MINURSO di Sahara Barat

Amerika Serikat dan Rusia memblokir rancangan masing-masing untuk memperpanjang mandat MINURSO di Sahara Barat. Mandat misi dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Hamparan bukit pasir keemasan yang luas di bawah langit mendung.
Ilustrasi: Hamparan bukit pasir keemasan yang luas di bawah langit mendung. · Foto: 光曦 刘 / Pexels

New York — Amerika Serikat dan Rusia saling memveto rancangan resolusi perpanjangan mandat Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Referendum di Sahara Barat (MINURSO) pada 30 Oktober 2026 di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mandat misi dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2026.

Rusia memveto rancangan Amerika Serikat yang akan memperpanjang mandat selama satu tahun. Rancangan itu juga menempatkan rencana otonomi Maroko sebagai dasar negosiasi dan mengurangi komponen militer misi.

Amerika Serikat kemudian memveto rancangan Rusia yang mengusulkan perpanjangan mandat MINURSO selama satu tahun dengan ketentuan yang sama seperti sebelumnya. Dengan dua rancangan gagal disahkan, masa depan operasi penjaga perdamaian di Sahara Barat berada dalam ketidakpastian.

Kebuntuan mengancam kelanjutan misi PBB di Sahara Barat

Rancangan Amerika Serikat memperoleh dukungan 11 dari 15 anggota Dewan Keamanan, tetapi Rusia menggunakan hak veto. Tiga anggota abstain. Rancangan Rusia mendapat dukungan tiga anggota, sementara 11 anggota abstain dan Amerika Serikat memberikan suara menolak.

Perdebatan juga menyangkut nama misi. Rancangan Amerika Serikat mengusulkan perubahan dari MINURSO menjadi MINUSO dengan menghapus huruf “R” yang merujuk pada referendum mengenai penentuan nasib sendiri wilayah tersebut.

MINURSO telah menjalankan misi selama lebih dari tiga dekade untuk mendukung proses referendum di Sahara Barat. Tanpa keputusan perpanjangan sebelum mandat berakhir, misi tersebut tidak memiliki kepastian mengenai kelanjutan operasi, pemantauan, dan perlindungan sipilnya.

Bagi pembaca Indonesia, kebuntuan ini menunjukkan dampak langsung penggunaan hak veto terhadap kesinambungan operasi penjaga perdamaian PBB. Keputusan lanjutan Dewan Keamanan akan menentukan apakah mandat MINURSO diperpanjang dan dengan ketentuan apa.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.