Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Buku Perjuangan Sang Musafir Diluncurkan di Jakarta

Buku karya Pastor Walden Sitanggang dan Pastor Supriyadi Pardosi diluncurkan serta dibedah di Jakarta pada 17 Oktober 2026 untuk menguatkan kepedulian ekologis.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Buku terbuka terletak di atas meja kayu di samping tanaman berdaun hijau.
Ilustrasi: Buku terbuka terletak di atas meja kayu di samping tanaman berdaun hijau. · Foto: Arturo A / Pexels

Jakarta — Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara (IKKSU) Jabodetabek bersama jaringan Kapusin Medan dan Yayasan Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) meluncurkan dan membedah buku Perjuangan Sang Musafir di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Buku tersebut ditulis Pastor Walden Sitanggang OFMCap dan Pastor Supriyadi Pardosi OFMCap. Karya ini menghimpun refleksi, pemikiran, serta kritik pemerhati lingkungan, pastor, dan bruder yang terlibat dalam pendampingan masyarakat adat di kawasan Tapanuli Raya dan Danau Toba, Sumatera Utara.

Acara berlangsung pukul 08.00–13.00 WIB dan mempertemukan tokoh lintas agama, akademisi, pemerhati lingkungan, serta pejabat. Bedah buku dipandu Prisca Niken, dengan penanggap Romo Agustinus Heri Wibowo, Maria Ratnaningsih, dan Romo Simon Petrus Lili Tjahyadi.

Buku menekankan tanggung jawab bersama merawat bumi

Perjuangan Sang Musafir: Refleksi, Kepedulian dan Gerakan Merawat Rumah Bersama mengajak pembaca meninjau kembali hubungan manusia dengan alam di tengah meningkatnya bencana ekologis di berbagai wilayah Indonesia. Pesan utamanya menempatkan alam bukan semata-mata sebagai sumber daya yang dapat dieksploitasi, melainkan bagian dari kehidupan yang perlu dijaga dan diwariskan.

Sejumlah tokoh lintas iman hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Darwin Darmawan, serta Alexander Sonny Keraf, Menteri Negara Lingkungan Hidup periode 2004–2009. Kegiatan ini juga menyoroti pengalaman pendampingan masyarakat dan persoalan lingkungan di kawasan Danau Toba, termasuk konflik yang berkaitan dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Peluncuran dan bedah buku tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai unsur untuk membahas kepedulian ekologis, refleksi spiritual, serta gerakan bersama dalam merawat bumi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Inspirasi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.