Gempa Bogor dan Sukabumi Berdampak pada 349 Rumah
Data BPBD per 17 Oktober 2026 mencatat 349 rumah terdampak gempa di Bogor dan Sukabumi. Kerusakan meliputi 253 rumah di Bogor dan 96 rumah di Sukabumi.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Bogor — Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dilaporkan pada 17 Oktober 2026 mencatat 349 rumah terdampak gempa di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rinciannya, 253 rumah dan lima fasilitas ibadah terdampak di Kabupaten Bogor, sedangkan 96 rumah mengalami kerusakan ringan di Kabupaten Sukabumi.
Gempa yang didata terjadi pada 15 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut dua kejadian itu bermagnitudo 3,5 dan 4,1. Gempa pertama terjadi pada pukul 17.49.43 WIB, disusul gempa kedua pada pukul 17.58.23 WIB.
Di Kabupaten Bogor, kerusakan terdiri atas 222 rumah rusak ringan, 25 rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak berat. Data tersebut juga mencatat lima fasilitas ibadah terdampak. Di Kabupaten Sukabumi, 96 rumah rusak ringan berada di Kecamatan Kabandungan.
Kerusakan di Sukabumi berdampak pada 106 kepala keluarga atau 381 jiwa. Sumber lain melaporkan satu orang mengalami luka ringan akibat gempa di wilayah tersebut.
Data kerusakan membantu warga memeriksa keamanan bangunan
Rincian kerusakan penting bagi warga Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi karena membedakan rumah rusak ringan, sedang, dan berat serta menunjukkan wilayah yang perlu mendapat perhatian. Data fasilitas ibadah dan jumlah keluarga terdampak juga memberi gambaran mengenai kebutuhan penanganan di tingkat lokal.
Di Bogor, data rinci mencakup kerusakan di sejumlah desa, termasuk Purasari, Cibunian, dan Purwabakti. Di Sukabumi, kerusakan tercatat di wilayah Kecamatan Kabandungan, termasuk Desa Kabandungan, Tugubandung, Cihamerang, dan Mekarjaya.
Kedua gempa merupakan gempa dangkal. Kedalaman gempa pertama tercatat 9 kilometer dan gempa kedua 5 kilometer.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Kabut Asap Menutupi Panorama Danau Toba
Kabut asap menutupi panorama Danau Toba pada 18 Oktober 2026. BMKG menyebut asap berasal dari titik panas di Sumatera bagian selatan dan terbawa angin…
Terbaru di Daerah
Berita utama hari ini

Baca juga




