Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Cita Tenun Indonesia Angkat Tiga Tenun Daerah di JFW 2027

Cita Tenun Indonesia menampilkan tenun dari Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Lampung melalui TEXTUM di Jakarta Fashion Week 2027. Koleksi itu mengangkat pelestarian budaya dan lingkungan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang duduk menenun benang menggunakan alat tenun kayu tradisional dilihat dari atas.
Ilustrasi: Seseorang duduk menenun benang menggunakan alat tenun kayu tradisional dilihat dari atas. · Foto: HONG SON / Pexels

Jakarta — Cita Tenun Indonesia (CTI) membawa tiga warisan tenun dari Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Lampung ke Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 melalui peragaan busana bertajuk TEXTUM pada 31 Oktober 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

Peragaan tersebut mempertemukan hasil pembinaan perajin dengan eksplorasi desainer Priyo Oktaviano, Wilsen Willim, dan Eri Dani. Koleksi yang ditampilkan tidak hanya menekankan pengembangan busana, tetapi juga mengangkat sejarah, pelestarian tradisi, serta hubungan antara budaya dan lingkungan.

Tenun Cual dari Bangka Belitung diolah menjadi koleksi modern oleh Priyo Oktaviano. Tenun Dayak Iban dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, diterjemahkan Wilsen Willim dalam 15 rancangan busana perempuan. Program pembinaan untuk tenun tersebut mendorong penggunaan pewarna alami dari tumbuhan di hutan sekitar, sementara kebakaran hutan dan lahan menjadi tantangan bagi ketersediaan bahan pewarna.

Eri Dani mengangkat Tenun Inuh dari Tanggamus, Lampung, yang sempat kehilangan perajin yang menguasai teknik pembuatannya. Pembinaan dan pengenalan kembali kain tradisional itu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya.

TEXTUM menghubungkan pelestarian budaya dan lingkungan

Bagi pembaca di Indonesia, presentasi CTI menunjukkan bahwa industri mode dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan karya perajin daerah sekaligus menyampaikan persoalan yang memengaruhi keberlangsungan tradisi. Pelestarian tenun berkaitan dengan keberadaan pengetahuan, bahan baku, lingkungan, dan akses pasar.

CTI didirikan pada 28 Agustus 2008 dan menjalankan program pembinaan perajin di sentra tenun. Dalam program Dayak Iban, pendampingan juga mencakup dokumentasi 58 motif tenun lokal dan pengembangan lima inovasi motif baru. Pendekatan tersebut mempertemukan pelestarian keterampilan dengan kebutuhan pengembangan ekonomi perajin.

JFW 2027 berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 di City Hall PIM 3. Peragaan TEXTUM menjadi salah satu agenda yang memperlihatkan tenun Nusantara melalui kolaborasi antara lembaga pelestari, yayasan, perajin, dan desainer.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Gaya Hidup

  2. Berita utama hari ini

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.