Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

KONI Jawa Tengah Evaluasi Keselamatan Atlet Porprov

KONI Jawa Tengah dan panitia Porprov XVII mengevaluasi SOP keselamatan setelah tiga insiden pada cabang selam dan pencak silat. Satu atlet meninggal, sementara atlet lain membaik.

Oleh

· 2 menit baca

Semarang — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah dan panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan atlet pada 29 Oktober 2026 setelah tiga insiden dalam cabang olahraga selam dan pencak silat.

Evaluasi dilakukan bersama Panitia Besar Porprov, technical delegate, dan pengurus cabang olahraga pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Dari tiga insiden tersebut, satu atlet pencak silat meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Atlet pencak silat lainnya mengalami kejang setelah benturan kepala ketika bertanding dan dilaporkan membaik setelah mendapat penanganan medis.

Satu insiden lain terjadi pada cabang selam. KONI Jawa Tengah menyatakan setiap cabang olahraga memiliki SOP yang mengacu pada ketentuan pengurus besar cabang olahraga masing-masing. Evaluasi diarahkan pada kesiapan wasit, ofisial, dan tim medis dalam merespons kondisi darurat.

Evaluasi menentukan penguatan keselamatan atlet

Bagi pembaca, evaluasi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan kompetisi olahraga tidak hanya bergantung pada jalannya pertandingan, tetapi juga pada kemampuan panitia menghentikan pertandingan dan memberikan pertolongan secara cepat ketika kondisi atlet memburuk. KONI Jawa Tengah mendorong agar atlet yang membutuhkan pertolongan segera ditangani tanpa menunggu hitungan pertandingan selesai.

Tim medis memeriksa atlet yang mengalami kejang, termasuk durasi kejang, respons pupil, dan tingkat kesadaran, sebelum pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Hasil pemeriksaan yang disampaikan panitia menunjukkan atlet tersebut tidak mengalami gangguan yang membahayakan dan kondisinya membaik.

Sebagai tindak lanjut, penyelenggara segera memenuhi permintaan penambahan tenaga medis dan ambulans dari sejumlah cabang olahraga. Hasil evaluasi juga akan menjadi bahan rekomendasi kepada pengurus cabang olahraga di tingkat pusat maupun daerah apabila ditemukan ketentuan yang berpotensi menghambat penanganan keselamatan atlet.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Olahraga

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.