Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Sebuku Nunukan Ditetapkan Jadi Pusat Latihan Tempur Permanen TNI

TNI menetapkan Sebuku, Nunukan, sebagai pusat latihan tempur permanen pada 29 Oktober 2026. Kawasan ini akan mendukung latihan tiga matra dan menunggu jadwal peresmian.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan vegetasi hutan hujan tropis yang lebat dengan beragam dedaunan dan pepohonan hijau.
Ilustrasi: Pemandangan vegetasi hutan hujan tropis yang lebat dengan beragam dedaunan dan pepohonan hijau. · Foto: Michelle Obando Calderón / wordpress (Openverse), CC0

Sebuku — TNI menetapkan kawasan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sebagai pusat latihan tempur permanen pada 29 Oktober 2026. Fasilitas itu akan mendukung latihan tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Penetapan tersebut menjadi fakta baru dalam pengembangan kawasan latihan TNI di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Peresmian pusat latihan oleh Panglima TNI masih menunggu jadwal.

Pusat latihan permanen memperkuat kesiapan di perbatasan

Kawasan Sebuku sebelumnya digunakan untuk berbagai kegiatan latihan dan peninjauan kesiapan satuan. Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat mencatat latihan posko YTP 614/Raja Pandhita berlangsung di daerah latihan Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, pada 28 September hingga 1 Oktober 2026.

Latihan Antar Kecabangan Yonif 614/Raja Pandhita juga digelar di Sebuku dengan melibatkan 1.300 personel TNI Angkatan Darat. Kegiatan tersebut menguji keterpaduan berbagai kecabangan dan kesiapan prajurit menghadapi karakteristik medan hutan serta rawa.

Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meninjau Markas Komando Latihan Tempur TNI di Sebuku pada 22 Oktober 2026. Peninjauan itu mencakup kondisi satuan dan fasilitas pendukung latihan.

Pengembangan pusat latihan permanen menempatkan Sebuku sebagai kawasan untuk mendukung kesiapan pertahanan di perbatasan. Latihan lintas matra akan memerlukan koordinasi antara unsur darat, laut, dan udara sesuai kebutuhan operasi terpadu.

Peresmian oleh Panglima TNI menjadi tahapan berikutnya setelah penetapan kawasan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.