Duo Urang Awak Calon Kapolri : Komjen Boy Rafli Amar dan Komjen Ricko Amelza Dahniel Pensiun 2023
Sejak Jenderal Pol ( Pur) Awaluddin Jamin jadi Kapolri (26 September 1978 - 3 Desember 1982) hingga kini belum ada urang awak yang menjadi
Oleh Arsyid Muhamad
· 3 menit baca
Catatan Mursyid Mursyid, Wartawan Senior dan Alumni Lemhannas PPSA 18
--------------------------------
Sejak Jenderal Pol ( Pur) Awaluddin Jamin jadi Kapolri (26 September 1978 - 3 Desember 1982) hingga kini belum ada urang awak yang menjadi pimpinan tertinggi di Polri itu. Paling tinggi berpangkat Komjen.
Saat ini keturunan Minangkabau berpangkat Komjen dua orang, Komjen Boy Rafli Amar (Kepala BNPT) dan Komjen Rycko Amelza Dahniel ( Kalemdikpol). Sebelumnya ada Komjen ( Pur) Suhardi Alius tiga tahun lalu pensiun.
Boy Rafli akan pensiun tanggal 25 Maret 2023 dan Rycko akan pensiun bulan Agustus mendatang. Kedua perwira tinggi Polri memiliki prestasi terukur dan berbagai jabatan penting sudah dilaluinya. Wajar keduanya masuk bursa calon Kapolri tahun 2019 dan tahun 2021 lalu.
Boy Rafli masuk bursa Kapolri tahun 2021 lalu. Bersaing dengan yuniornya Listyo Sigit Prabowo. Akhirnya yang terpilih Listyo yang juga bekas Ajudan Presiden Joko Widodo.
Untuk diketahui Boy Rafli Amar betul betul orang Minangkabau tulen karena bergelar Datuak Rangkayo Basa. Pada tanggal 29 November 2013, dia diangkat sebagai kepala kaum suku Koto, Nagari Kotogadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Boy Rafli lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965 dari keluarga perantau Minangkabau. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Kotogadang, Agam, Sumatra Barat. Boy cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo dengan Novelnya dijadikan sinetron "Sidoel Anak Betawi" paling terkenal tahun 90 an yang ditayangkan RCTI.
Sebelumnya Rycko calon Kapolri tahun 2019 lalu bersaing dengan sahabatnya Idham Aziz. Akhirnya DPR dan Presiden Jokowi memilih Idham Aziz sebagai Kapolri yang ke 24. Peluang Rycko sangat tipis dalam pencalonan itu, karena dia pernah jadi ajudan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
Padahal Rycko lulusan terbaik Akpol tahun 1988, penerima Adhi Makayasa, seperti halnya Tito lulusan terbaik Akpol 1987. Memang tidak mutlak penerima Adhi Makayasa jadi Kapolri. Karena Kapolri itu jabatan politis, harus lewat DPR.
Rycko termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.
Keturunan Minangkabau yang dibesarkan di Bogor ini mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Pol Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, serta Idham Azis.
Rycko Amelza Dahniel, lahir 14 Agustus 1966 menyelesaikan pendidikan SDN (1979), SMPN (1982) dan SMAN (1985) di kota kecil Cibinong, Bogor. Kemudian melanjutkan pendidikan di Akpol Semarang lulus 1988 dan dilantik oleh Presiden Soeharto di Istana Merdeka pada tanggal 23 Juli 1988.
Rycko merupakan lulusan Magister (S2) Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia pada tahun 2001, Doktoral (S3) pada Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia pada tahun 2008 dengan predikat Cum Laude dan diangkat sebagai Guru Besar dalam jabatan Profesor dibidang ilmu Kajian Ilmu Kepolisian pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK)***
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Ragam
Jokowi Lantik 833 Perwira Remaja Lulusan Akmil dan Akpol Tahun 2023, Lulusan Terbaik Dari Akpol, Anak Mantan Kapolri
Jokowi Lantik 833 Perwira Remaja Lulusan Akmil dan Akpol Tahun 2023
Terbaru di Opini

Berita utama hari ini

Baca juga





