Pangkalan TNI AL di Lampung Diproyeksikan Menjadi Homeport KRI Sriwijaya
Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin menyatakan pangkalan TNI Angkatan Laut di Lampung diproyeksikan menjadi homeport KRI Sriwijaya. Dermaga pendukung mencapai progres fisik 95 persen.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Bandar Lampung — Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Edwin menyatakan pangkalan TNI Angkatan Laut di Lampung diproyeksikan menjadi homeport KRI Sriwijaya pada 19 Oktober 2026. Kapal itu merupakan hibah Pemerintah Italia.
Mengapa ini penting: Pangkalan Lampung diproyeksikan mendukung pengoperasian KRI Sriwijaya, dengan dermaga mencapai 95 persen dan 350 prajurit disiapkan sebagai awak.
Menurut laporan Tribun Lampung, pembangunan dermaga pendukung di Lampung telah mencapai progres fisik 95 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir. TNI Angkatan Laut juga menyiapkan 350 prajurit untuk mengawaki kapal tersebut.
Para prajurit itu akan mengikuti pelatihan lanjutan secara bertahap untuk menguasai sistem pengoperasian kapal. Edwin mengatakan KRI Sriwijaya tidak hanya disiapkan untuk memperkuat pertahanan maritim, tetapi juga mendukung Operasi Militer Selain Perang, khususnya penanggulangan bencana.
Penyiapan Lampung sebagai pangkalan kapal sebelumnya disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali. Menurut laporan Tempo, Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, dipilih karena kedalaman perairan sekitar 8,5 meter, akses navigasi yang baik, dan kondisi yang relatif terlindung.
KRI Sriwijaya sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal itu resmi masuk jajaran TNI Angkatan Laut melalui proses pergantian bendera pada 24 September 2026, menurut laporan Chatnews.
Penempatan di Lampung menjadi bagian dari penyiapan fasilitas pendukung setelah kapal tersebut diterima Indonesia. TNI Angkatan Laut juga masih mempertimbangkan struktur satuan yang akan menaungi kapal itu, menurut laporan iNews.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hukum
Kejagung Periksa Empat Saksi dalam Kasus Kawasan Hutan Lampung
Kejaksaan Agung memeriksa empat saksi dalam dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu oleh PT Pemuka Sakti Manis Indah di areal P…
Terbaru di Pertahanan
Berita utama hari ini

Baca juga



