Bulog Lelang 380 Ribu Ton Beras Pecah untuk UMKM
Pemerintah melelang 380 ribu ton beras pecah milik Bulog seharga Rp11.000 per kilogram untuk bahan baku UMKM, serta menyiapkan stok jagung bagi peternak ayam.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Palembang — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan kebijakan pelelangan 380 ribu ton beras pecah milik Perum Bulog pada Rabu, 4 November 2026, di Palembang, Sumatera Selatan. Beras itu dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram untuk bahan baku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Mengapa ini penting: UMKM pengolah pangan dapat memperoleh beras pecah seharga Rp11.000 per kilogram, sementara peternak ayam mendapat akses jagung Bulog seharga Rp5.500 per kilogram.
Menurut laporan Liputan6.com dan Detik, beras tersebut merupakan stok Bulog yang telah tersimpan sekitar satu tahun. Pemanfaatannya ditujukan terutama untuk perajin kue dan produsen bihun rumahan, termasuk melalui pengolahan menjadi tepung.
Zulkifli mengatakan kebijakan itu diambil agar pelaku usaha tidak lagi bergantung pada impor beras pecah. Beras tersebut akan dilelang dan dapat diperoleh UMKM melalui jaringan pimpinan wilayah Bulog di daerah masing-masing.
Stok jagung untuk peternak
Pemerintah juga menyiapkan stok jagung Bulog sebanyak 100 ribu hingga 150 ribu ton untuk bahan baku pakan ternak. Jagung itu akan dijual dengan harga pokok Rp5.500 per kilogram kepada UMKM peternak ayam pedaging dan ayam petelur.
Kebijakan jagung tersebut ditujukan untuk membantu peternak menghadapi kenaikan harga jagung dan biaya pakan. Pemerintah mengaitkannya dengan upaya menjaga harga ayam dan telur.
Detik melaporkan bahwa Zulkifli menyebut beras pecah itu akan dipasarkan di berbagai wilayah. Pelaku UMKM yang membutuhkan pasokan dapat berkoordinasi dengan pimpinan wilayah Bulog setempat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Slank Tutup Tur 10 Kota di Banyuwangi dengan Libatkan UMKM
Slank dan HS menutup tur konser di Banyuwangi pada 1 November 2026. Rangkaian di 10 kota itu melibatkan lebih dari 500 UMKM dan sekitar 5.000 anggota…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





