Rupiah Melemah ke Rp18.168 Menjelang Data Ekonomi Nasional
Rupiah ditutup pada Rp18.168 per dolar AS setelah melemah 0,04 persen atau 8 poin di pasar spot Jakarta. Pasar menanti data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah ditutup melemah 0,04 persen atau 8 poin menjadi Rp18.168 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/11/2026) di pasar spot.
Data Bloomberg yang dikutip sejumlah laporan menunjukkan posisi rupiah turun dari penutupan sebelumnya di level Rp18.160 per dolar AS. Pelemahan terjadi ketika indeks dolar Amerika Serikat melemah, sementara pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen domestik dan eksternal.
Perhatian pasar domestik tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026 yang dijadwalkan pada Kamis (5/11/2026). Data tersebut akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Pelaku pasar menilai angka itu dapat memberi gambaran mengenai ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan pasar keuangan.
Rupiah menjadi perhatian menjelang data ekonomi nasional
Sentimen eksternal yang disebut dalam laporan antara lain hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat dan data ketenagakerjaan negara tersebut yang lebih kuat dari perkiraan. Faktor domestik juga membebani rupiah, termasuk kekhawatiran perlambatan ekonomi, tingginya suku bunga yang meningkatkan biaya pinjaman, serta tekanan harga kebutuhan pokok yang dapat mengurangi daya beli masyarakat.
Berbeda dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) menguat 0,04 persen atau 8 poin menjadi Rp18.140 per dolar AS. Posisi itu membaik dari Rp18.148 per dolar AS pada Selasa (3/11/2026).
Pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya akan berlangsung bersamaan dengan perhatian pasar terhadap pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026 pada Kamis (5/11/2026).
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Harga Cabai dan Ayam Turun di Pasar Nasional
Data PIHPS Nasional mencatat harga cabai rawit merah turun 12,58 persen menjadi Rp86.900 per kilogram dan daging ayam ras segar turun 3,54 persen menj…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




