Kabar18.com

Sabtu, 26 September 2026

Indonesia Paparkan Agenda Aksi Iklim di Forum PBB

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat memaparkan FOLU Net Sink 2030, restorasi mangrove, pengembangan energi terbarukan, dan biodiesel B50 dalam forum iklim PBB di New York.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pohon mangrove dengan akar tunjang yang tampak di perairan dangkal tepi pantai berawan.
Ilustrasi: Pohon mangrove dengan akar tunjang yang tampak di perairan dangkal tepi pantai berawan. · Foto: Vika Glitter / Pexels

New York — Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat memaparkan agenda aksi iklim Indonesia dalam forum tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 23 September 2026.

Mengapa ini penting: Paparan tersebut memuat kebijakan yang mencakup perlindungan ekosistem daratan dan pesisir serta pengembangan energi terbarukan dan biodiesel B50.

Dalam Interactive Leaders Dialogue on Climate Action and the Just Transition, Jumhur menyampaikan bahwa kebijakan iklim Indonesia mencakup sektor kehutanan, limbah, industri, energi, dan wilayah pesisir. Pemerintah mengaitkan agenda tersebut dengan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, ketahanan energi, dan perlindungan lingkungan, menurut Katadata dan iNews.

Empat agenda aksi iklim

Di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya, Indonesia menjalankan target Forestry and Other Land Use atau FOLU Net Sink 2030. Target itu diarahkan untuk membuat serapan gas rumah kaca melampaui emisi yang dilepaskan melalui perlindungan ekosistem daratan.

Pemerintah juga memaparkan pengurangan emisi dari limbah dan metana, dekarbonisasi industri, pembangunan industri rendah karbon, serta penerapan teknologi carbon capture, utilisation and storage secara bertanggung jawab.

Agenda lain adalah transisi energi berkelanjutan. Menurut Katadata, pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk tenaga surya dan panas bumi, serta memperkuat ketahanan energi melalui mandatori biodiesel B50.

Adaptasi wilayah pesisir

Untuk menghadapi risiko kenaikan muka air laut, pemerintah mengembangkan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa. Upaya itu dipadukan dengan perlindungan dan restorasi hutan mangrove serta ekosistem pesisir.

Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Materi yang disampaikan Jumhur menempatkan aksi pengurangan emisi dan adaptasi pesisir sebagai bagian dari agenda transisi yang disebut harus berkeadilan dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Lingkungan

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.