Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Karhutla Menjadi Tantangan bagi Target FOLU Net Sink 2030

Ilmuwan European Forest Institute menilai karhutla menghambat target FOLU Net Sink 2030. BNPB melaporkan lebih dari 481 hektare masih ditangani di enam provinsi prioritas.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tunas tanaman kecil tumbuh di lantai hutan dengan latar sinar matahari di antara pepohonan.
Ilustrasi: Tunas tanaman kecil tumbuh di lantai hutan dengan latar sinar matahari di antara pepohonan. · Foto: Orhan Pergel / Pexels

Indonesia — Ilmuwan European Forest Institute, Krystof Obidzinski, menilai kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu tantangan Indonesia untuk mencapai target iklim, termasuk FOLU Net Sink 2030, dalam pernyataan yang dikutip pada 29 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi tentang karhutla yang masih ditangani di sejumlah provinsi serta kaitannya dengan target penyerapan emisi sektor kehutanan pada 2030.

Menurut Obidzinski, karhutla tidak hanya mengancam ekosistem. Kebakaran juga berdampak pada produksi, ketenagakerjaan, perdagangan, kepercayaan, dan dukungan lembaga keuangan.

Ia mengatakan penanganan karhutla memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan, pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, serta anggaran yang memadai untuk pencegahan dan penanggulangan.

FOLU Net Sink 2030 merupakan kebijakan untuk menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya menyerap emisi gas rumah kaca lebih banyak daripada emisi yang dihasilkan pada 2030. Pemerintah menargetkan sektor ini mencapai emisi negatif 140 juta ton setara karbon dioksida pada 2030.

Dokumen Kementerian Kehutanan menyebut target tersebut ditopang dua pendekatan: mengurangi emisi dari kegiatan kehutanan dan meningkatkan kemampuan hutan menyerap serta menyimpan karbon. Program itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021.

Dalam pembaruan 29 Oktober 2026, BNPB menyatakan penanganan karhutla diprioritaskan di enam provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Dari area sasaran lebih dari 983 hektare, lebih dari 502 hektare telah dipadamkan dan lebih dari 481 hektare masih ditangani.

BNPB juga melaporkan karhutla di luar enam provinsi prioritas dengan luas lebih dari 1.044 hektare. Sekitar 1.000 hektare di antaranya masih belum padam dan tersebar dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.