Karhutla Menjadi Tantangan bagi Target FOLU Net Sink 2030
Ilmuwan European Forest Institute menilai karhutla menghambat target FOLU Net Sink 2030. BNPB melaporkan lebih dari 481 hektare masih ditangani di enam provinsi prioritas.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Indonesia — Ilmuwan European Forest Institute, Krystof Obidzinski, menilai kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu tantangan Indonesia untuk mencapai target iklim, termasuk FOLU Net Sink 2030, dalam pernyataan yang dikutip pada 29 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi tentang karhutla yang masih ditangani di sejumlah provinsi serta kaitannya dengan target penyerapan emisi sektor kehutanan pada 2030.
Menurut Obidzinski, karhutla tidak hanya mengancam ekosistem. Kebakaran juga berdampak pada produksi, ketenagakerjaan, perdagangan, kepercayaan, dan dukungan lembaga keuangan.
Ia mengatakan penanganan karhutla memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan, pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, serta anggaran yang memadai untuk pencegahan dan penanggulangan.
FOLU Net Sink 2030 merupakan kebijakan untuk menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya menyerap emisi gas rumah kaca lebih banyak daripada emisi yang dihasilkan pada 2030. Pemerintah menargetkan sektor ini mencapai emisi negatif 140 juta ton setara karbon dioksida pada 2030.
Dokumen Kementerian Kehutanan menyebut target tersebut ditopang dua pendekatan: mengurangi emisi dari kegiatan kehutanan dan meningkatkan kemampuan hutan menyerap serta menyimpan karbon. Program itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021.
Dalam pembaruan 29 Oktober 2026, BNPB menyatakan penanganan karhutla diprioritaskan di enam provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Dari area sasaran lebih dari 983 hektare, lebih dari 502 hektare telah dipadamkan dan lebih dari 481 hektare masih ditangani.
BNPB juga melaporkan karhutla di luar enam provinsi prioritas dengan luas lebih dari 1.044 hektare. Sekitar 1.000 hektare di antaranya masih belum padam dan tersebar dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hukum
Kapolri Tetapkan 243 Tersangka dan 13 Diantaranya Korporasi Perkara Karhutla
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka karhutla. Kasus perorangan mencakup 286 laporan, sedangkan per…
Terbaru di Lingkungan

Baca juga




