Istana Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar di Jakarta
Istana menyebut dugaan penyadapan Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara mengarah pada makar. Polri menetapkan tiga petinggi kepolisian sebagai tersangka.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Istana pada Rabu (4/11/2026) menyatakan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara mengarah pada perbuatan makar serta membahayakan keselamatan pimpinan negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan penilaian itu dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta. Pernyataan tersebut muncul setelah Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal.
Tiga tersangka itu ialah Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso. Para tersangka diduga menyadap sejumlah nomor telepon, termasuk milik Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, insan media, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dan pengusaha.
Penyadapan menyangkut keamanan pimpinan negara
Istana menilai perkara ini tidak berhenti pada dugaan penyadapan. Prasetyo juga menyebut dugaan penghapusan barang bukti elektronik dan akses tanpa izin sebagai bagian dari perkara yang sedang ditangani. Penilaian mengenai arah makar disampaikan sebagai sikap Istana terhadap dugaan tindakan tersebut, sementara proses hukum terhadap para tersangka tetap berjalan.
Dugaan penyadapan berlangsung pada periode 2025 hingga 2026. Para tersangka ditahan di Rumah Tahanan Mabes Polri, Jakarta. Penyidik masih menangani perkara dengan sasaran yang diduga mencakup nomor telepon Presiden dan sejumlah kelompok di luar pemerintahan.
Perkara ini menjadi perhatian pembaca nasional karena menyentuh keamanan komunikasi kepala negara, perlindungan data elektronik, serta proses penegakan hukum terhadap pejabat dan perwira tinggi kepolisian. Tahap lanjutan penanganan perkara akan bergantung pada proses penyidikan dan perkembangan hukum yang disampaikan aparat berwenang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Tokoh
Fadli Zon Serahkan Rekomendasi Pahlawan Nasional di Jakarta
Fadli Zon menyerahkan rekomendasi calon Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo di Istana Merdeka pada 4 November. Usulan diproses melalui kajian berjen…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




