Konsumsi Melemah, Ekonom Menakar Ekonomi Indonesia dari Jakarta
Ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 melambat. Konsumsi rumah tangga, terutama kelompok menengah dan menengah bawah, masih menjadi risiko utama.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 melambat dibandingkan kuartal I dan II, dengan konsumsi rumah tangga menjadi salah satu risiko utama pada 4 November 2026.
CNBC Indonesia melaporkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 berada di sekitar 5,23 persen secara tahunan. Angka itu lebih rendah daripada pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I-2026 dan 5,29 persen pada kuartal II-2026. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,13 persen dan menyumbang sekitar 2,66 poin persentase terhadap pertumbuhan produk domestik bruto.
Risiko terutama terlihat pada kelompok menengah dan menengah bawah. Sejumlah rumah tangga disebut masih berbelanja, tetapi semakin selektif, mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, memilih produk yang lebih murah, atau menggunakan tabungan untuk mempertahankan konsumsi.
Konsumsi rumah tangga menentukan daya tahan ekonomi Indonesia
Konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang terbesar produk domestik bruto Indonesia. Karena itu, perubahan perilaku belanja dapat memengaruhi laju pertumbuhan nasional, meskipun ekspor dan aktivitas manufaktur masih menjadi penopang ekonomi pada kuartal III-2026.
Laporan Kontan juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 diperkirakan berada pada kisaran 5 persen hingga 5,2 persen secara tahunan. Media itu mencatat konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara pemulihan daya beli belum merata pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.
CNBC Indonesia menyebut realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 dijadwalkan diumumkan pada 5 November 2026. Data tersebut akan menjadi acuan untuk menilai apakah pelemahan konsumsi benar-benar menekan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Rupiah Menguat ke Rp18.075 per Dolar Amerika Serikat
Rupiah menguat 0,44 persen ke Rp18.075 per dolar Amerika Serikat pada Kamis, 5 November 2026. Pasar merespons pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 seb…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




