KAI Sampaikan Rencana Kereta Bali dengan Kebutuhan Dana Lebih dari Rp2 Triliun
KAI menyampaikan kepada Presiden Prabowo rencana layanan kereta di Bali yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai hingga Canggu. Kebutuhan anggarannya diperkirakan lebih dari Rp2 triliun.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan rencana pembangunan layanan kereta api di Bali kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 November 2026. KAI memperkirakan kebutuhan anggaran proyek tersebut lebih dari Rp2 triliun.
Mengapa ini penting: Rencana ini dapat menjadi dasar pengembangan layanan kereta yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan wisata Kuta, Legian, Seminyak, dan Canggu.
Bobby mengatakan layanan fase pertama dirancang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu. Menurut laporan Kumparan, proyek itu disiapkan untuk membantu mengurai kemacetan dan menghubungkan sejumlah pusat pariwisata.
Rencana tersebut terdiri atas dua fase. Fase pertama menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Legian, sedangkan fase kedua melanjutkan koridor dari Legian ke Canggu.
KAI merencanakan pembangunan jalur secara bawah tanah karena trase berada di kawasan pesisir yang padat permukiman dan kegiatan wisata. Bobby mengatakan pengerjaan akan dilakukan langsung oleh KAI.
Rencana yang disampaikan kepada presiden itu melanjutkan pembahasan pengembangan trem listrik di Bali. Pada September 2026, KAI, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Badung menyepakati penyiapan rencana pengembangan perkeretaapian di koridor Bandara Ngurah Rai-Canggu.
Dalam kesepakatan tersebut, para pihak menyiapkan inventarisasi data, kajian kelayakan atau desain teknik rinci, integrasi antarmoda, serta koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan. Rencana sebelumnya menyebut peletakan batu pertama ditargetkan pada Maret 2027.
Pengembangan itu juga mencakup kajian teknis, sosialisasi, dan pelibatan desa adat. Kesepakatan pengembangan berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Carmen Kenalkan Nasi Jinggo Bali di Idol's Table
Carmen Hearts2Hearts memperkenalkan nasi jinggo sebagai kuliner khas Bali dalam Idol's Table. Ia menyebut makanan itu sering dibelinya saat bersekolah…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga



