Kabar18.com

Jumat, 6 November 2026

KAI Sampaikan Rencana Kereta Bali dengan Kebutuhan Dana Lebih dari Rp2 Triliun

KAI menyampaikan kepada Presiden Prabowo rencana layanan kereta di Bali yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai hingga Canggu. Kebutuhan anggarannya diperkirakan lebih dari Rp2 triliun.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Kereta api.
Foto arsip: Kereta api. · Foto: Warga bks / Wikimedia Commons, CC0

Jakarta — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan rencana pembangunan layanan kereta api di Bali kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, 5 November 2026. KAI memperkirakan kebutuhan anggaran proyek tersebut lebih dari Rp2 triliun.

Mengapa ini penting: Rencana ini dapat menjadi dasar pengembangan layanan kereta yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan wisata Kuta, Legian, Seminyak, dan Canggu.

Bobby mengatakan layanan fase pertama dirancang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu. Menurut laporan Kumparan, proyek itu disiapkan untuk membantu mengurai kemacetan dan menghubungkan sejumlah pusat pariwisata.

Rencana tersebut terdiri atas dua fase. Fase pertama menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Legian, sedangkan fase kedua melanjutkan koridor dari Legian ke Canggu.

KAI merencanakan pembangunan jalur secara bawah tanah karena trase berada di kawasan pesisir yang padat permukiman dan kegiatan wisata. Bobby mengatakan pengerjaan akan dilakukan langsung oleh KAI.

Rencana yang disampaikan kepada presiden itu melanjutkan pembahasan pengembangan trem listrik di Bali. Pada September 2026, KAI, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Badung menyepakati penyiapan rencana pengembangan perkeretaapian di koridor Bandara Ngurah Rai-Canggu.

Dalam kesepakatan tersebut, para pihak menyiapkan inventarisasi data, kajian kelayakan atau desain teknik rinci, integrasi antarmoda, serta koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan. Rencana sebelumnya menyebut peletakan batu pertama ditargetkan pada Maret 2027.

Pengembangan itu juga mencakup kajian teknis, sosialisasi, dan pelibatan desa adat. Kesepakatan pengembangan berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.