Kabar18.com

Jumat, 6 November 2026

Pemprov Bali Minta Wisata di Lokasi Rawan Bencana Dihentikan Sementara

Pemprov Bali meminta pelaku pariwisata memetakan kembali lokasi kegiatan wisata selama musim hujan dan menghentikan sementara aktivitas di kawasan dengan ancaman bencana yang kuat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pura di tepi danau berlatar perbukitan berkabut di Bali.
Ilustrasi: Pura di tepi danau berlatar perbukitan berkabut di Bali. · Foto: Lucas Tran / Pexels

Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali meminta pelaku industri pariwisata memetakan kembali lokasi kegiatan wisata untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi pada 5 November 2026. Permintaan itu disampaikan Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra di Denpasar.

Mengapa ini penting: Pelaku pariwisata di Bali perlu memetakan lokasi kegiatan dan menghentikan sementara aktivitas di kawasan dengan ancaman bencana kuat selama risiko belum dinilai aman.

Menurut Dewa Indra, Kepala Dinas Pariwisata Bali diminta berkoordinasi dengan seluruh pelaku industri pariwisata. Koordinasi itu akan didahului surat edaran agar pengelola memetakan titik kegiatan wisata dan menilai potensi ancaman di setiap lokasi.

Apabila pemetaan menunjukkan ancaman bencana yang cukup kuat, aktivitas pariwisata di lokasi tersebut sebaiknya dihentikan sementara sampai kondisi dinilai aman. Kebijakan ini terutama berkaitan dengan risiko banjir dan tanah longsor di kawasan wisata alam.

Pemerintah Bali mengambil langkah itu ketika wilayah tersebut memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Balipost melaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Bali selama November.

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui pengerahan 446 personel gabungan dan penyiapan 42 kendaraan serta sarana pendukung. Kekuatan itu disiapkan untuk menghadapi banjir, tanah longsor, banjir rob, dan abrasi di sejumlah wilayah Bali.

Imbauan kepada industri pariwisata tersebut merupakan bagian dari mitigasi pemerintah daerah. Aktivitas wisata yang berada di lokasi dengan potensi ancaman kuat diminta tidak dipaksakan selama risiko belum dinilai aman.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.