Rosan Nilai Positif Pemanggilan Bos Sawit oleh Singapura
Rosan Roeslani menilai positif pemanggilan petinggi perusahaan sawit oleh Singapura terkait karhutla dan kabut asap. Ia menyebut koordinasi kedua negara tetap baik serta tidak perlu mengganggu investasi.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menilai positif pemanggilan delapan petinggi perusahaan sawit oleh pejabat Singapura terkait dugaan karhutla yang memicu kabut asap lintas negara, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan yang menjadi tindak lanjut dugaan penyebab kebakaran hutan dan lahan itu melibatkan Bumitama Agri, First Resources, Golden Agri-Resources, Indofood Agri Resources, Kencana Agri, TSH Resources, Wilmar International, dan Sinar Mas Group. Pemerintah Singapura menyatakan para pimpinan perusahaan berjanji bekerja sama penuh dalam penyelidikan.
Rosan mengatakan koordinasi tersebut memiliki kepentingan yang sama, yakni agar persoalan karhutla dapat diselesaikan dengan baik. Ia juga menyatakan terbuka menerima masukan dari Singapura dan membahas bentuk kolaborasi yang dapat mempererat kepentingan kedua negara.
Penanganan karhutla berkaitan dengan kepercayaan investasi
Rosan menilai persoalan kabut asap tidak perlu mengganggu investasi langsung Singapura di Indonesia. Menurut dia, kerja sama dan koordinasi kedua negara tetap dapat berjalan baik selama penanganan masalah dilakukan secara terbuka.
Di Singapura, Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam, serta Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu hadir dalam pertemuan dengan para petinggi perusahaan. Mereka didampingi Penasihat Senior Davinder Singh serta pejabat Kejaksaan Agung, Badan Lingkungan Hidup Nasional (National Environment Agency/NEA), dan Kementerian Hukum.
Singapura sebelumnya mengirimkan pemberitahuan kepada 10 perusahaan berbasis di negara tersebut berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas. Aturan itu mewajibkan perusahaan memberikan informasi tentang keterkaitan mereka dengan perusahaan di Indonesia yang diduga berkontribusi terhadap kabut asap.
Tiga perusahaan, yakni Indofood Agri Resources, TSH Global Plantation, dan TSH Oversea, tidak secara tegas menyatakan akan bekerja sama memenuhi permintaan NEA. Pemerintah Singapura juga berencana mengajukan amendemen undang-undang pada sidang parlemen berikutnya agar proses penilaian memiliki kekuatan hukum.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Bobon Santoso Siapkan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas Karhutla
Bobon Santoso mendirikan dapur umum di Tumbang Nusa, Pulang Pisau, pada 23 Oktober 2026. Bersama 10 anggota tim, ia menyiapkan 3.000 porsi makanan per…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





