Kabar18.com

Sabtu, 17 Oktober 2026

Muhammadiyah Fokus Garap "PR" Ekonomi dan Literasi Umat di Tengah Momentum Toleransi

Tim Redaksi Kabar18

· 2 menit baca

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, ( dok )
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, ( dok )

KABAR18.COM – Di balik pesan harmoni perayaan hari besar keagamaan di Bali, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa persyarikatan kini memiliki agenda besar yang jauh lebih mendesak: memutus rantai ketertinggalan ekonomi dan meningkatkan kecerdasan literasi umat.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa keberhasilan membangun toleransi lintas iman—seperti kebijakan takbiran di rumah bagi warga Muhammadiyah di Bali demi menghormati Nyepi—adalah bukti matangnya kerukunan sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa "pekerjaan rumah" (PR) besar di bidang kesejahteraan justru masih membentang luas.

Fokus Utama Strategi Muhammadiyah

Berdasarkan keterangan Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, terdapat tiga pilar utama yang menjadi perhatian serius:

Akselerasi Pendidikan Unggul:

Membangun pusat-pusat keunggulan pendidikan untuk mendongkrak tingkat kecerdasan masyarakat. Rendahnya literasi dinilai berkorelasi langsung dengan ketidakstabilan lingkungan sosial dan kesehatan.

Penguatan Ekonomi Bisnis:

Sektor ekonomi dianggap sebagai titik paling krusial. Selama mayoritas umat Islam belum mencapai taraf hidup berkecukupan, hal ini akan terus berdampak negatif pada aspek kehidupan lainnya.

Advokasi Kebijakan Progresif untuk UMKM:

Muhammadiyah mendorong pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam memajukan kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi rakyat yang paling rentan.

"Selama umat Islam yang mayoritas ini ekonomi dan kesejahteraannya belum mencukupi, maka akan berdampak pada aspek-aspek lain. Muhammadiyah akan terus melakukan pengembangan ekonomi bisnis yang menyasar masyarakat bawah," ujar Haedar.

Harmoni Bali sebagai Role Model

Meski fokus pada ekonomi, Haedar tetap memberikan apresiasi tinggi pada PWM Bali. Langkah takbiran di rumah secara tenang serta koordinasi tertib terkait pelaksanaan Shalat Idulfitri bersama Pemda dan PHBI disebut sebagai contoh nyata bagaimana Muhammadiyah mengedepankan kepentingan bersama tanpa mengorbankan ibadah. ( Muhammadiyah.ID)

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Daerah

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.