Pemulihan Banjir Bandang Solok Dipercepat
Pemulihan banjir bandang di Kabupaten Solok dipercepat melalui pembersihan jalan, normalisasi dua aliran sungai, dan penyaluran air bersih bagi warga terdampak.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kabupaten Solok — Pemulihan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dipercepat pada 26 September 2026 melalui pembersihan akses jalan, normalisasi aliran sungai, dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
Normalisasi dilakukan di Sungai Batang Baliang dan Sungai Koto Gaek dengan pengerukan sepanjang dua kilometer yang ditargetkan selesai dalam dua minggu. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V mengerahkan empat alat berat untuk mengangkat material yang menyumbat aliran serta memperkuat tebing dan tanggul.
Pembersihan juga berlangsung di jalur nasional Padang-Solok, kawasan Arosuka Km 36+600. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memobilisasi 26 alat berat dan kendaraan pendukung untuk menyingkirkan batu, lumpur, serta material lain. Selama pekerjaan, lalu lintas dilayani dengan sistem buka-tutup.
Data per 24 September 2026 mencatat 411 jiwa terdampak langsung. Sebanyak 53 keluarga atau 183 jiwa masih berada di pengungsian, yang terdiri atas 38 lansia, 39 balita, enam bayi, dan tiga ibu hamil.
Pemulihan Solok menyangkut akses dan kebutuhan dasar
Percepatan pemulihan penting bagi warga karena akses jalan dan aliran sungai menentukan mobilitas, distribusi bantuan, serta keselamatan permukiman. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setelah jaringan perpipaan terputus, BPBPK Sumatera Barat mengerahkan tiga mobil tangki air ke posko pengungsian.
Bantuan logistik awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah disalurkan. Posko utama juga mendata kebutuhan perlengkapan bayi, kebutuhan perempuan, peralatan memasak, dan alat kebersihan. Pendampingan kesehatan serta dukungan psikososial diberikan kepada kelompok rentan.
Penanganan dilakukan setelah banjir bandang membawa material yang mengganggu akses dan aliran sungai di sejumlah lokasi Kabupaten Solok. Pekerjaan lapangan mencakup pembersihan jembatan yang tersumbat di Jembatan Arosuka dan jalan poros, selain penyemprotan permukaan serta bahu jalan untuk mengurangi lumpur licin yang membahayakan pengguna.
Pengerukan sungai dan pembersihan jalur jalan menjadi bagian dari pemulihan infrastruktur, sementara pemenuhan air bersih dan logistik berjalan untuk mendukung warga yang masih terdampak.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Banjir Bandang Terjang Kompleks Perkantoran Kabupaten Solok
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok pada 21 September 2026. Material lumpur, batu, kayu, dan longsoran menutup se…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga




