Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Menutupi Lahan Warga Agam

Gunung Marapi erupsi pada 7 November 2026 pukul 09.55 WIB. Abu vulkanik menutupi lahan pertanian di Nagari Sariak, sementara PVMBG mempertahankan status Level II dan radius larangan 3 kilometer.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Gunung Marapi.
Foto arsip: Gunung Marapi. · Foto: Dody.bukittinggi / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Nagari Sariak — Gunung Marapi kembali erupsi pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 09.55 WIB. Abu vulkanik menyebar ke Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, dan menutupi sebagian lahan pertanian serta perkebunan warga di lereng gunung.

Mengapa ini penting: Warga dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, sementara abu telah berdampak pada lahan pertanian di Nagari Sariak.

Data Pos Pengamatan Gunung Api Marapi menunjukkan erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 15,6 milimeter dan durasi sekitar 48 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati dari pos pemantauan karena puncak gunung tertutup kabut, menurut laporan petugas pengamatan yang dikutip media.

Ketua Kampung Siaga Bencana Sariak, Ismail Damar, mengatakan hujan abu mengganggu jarak pandang dan membuat warga kesulitan bernapas. Abu juga mengganggu aktivitas luar ruang di kawasan Sungai Pua.

Status Gunung Marapi tetap Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melarang masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

Warga yang tinggal di lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Marapi diminta mewaspadai lahar, terutama ketika hujan turun di wilayah puncak. Saat terjadi hujan abu, warga diimbau menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Petugas Pengamat Gunung Marapi Ahmad Rifandi mengatakan erupsi pada 7 November merupakan letusan ketiga yang tercatat sejak 1 November 2026. Dalam periode yang sama, pos pengamatan juga mencatat 12 kali hembusan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.