Polres Buleleng Petakan Risiko Bencana Setelah Hujan Singaraja
Polres Buleleng menyebut hujan lebih dari dua jam di Singaraja sebagai tanda potensi bencana. Instansi terkait diminta memetakan wilayah rawan dan menyiapkan peralatan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Singaraja — Dalam apel kesiapsiagaan pada 6 November 2026, Kepala Kepolisian Resor Buleleng Ajun Komisaris Besar Polisi Ruzi Gusman menyebut hujan lebih dari dua jam di Singaraja sebagai tanda yang perlu diwaspadai dan meminta pemetaan risiko lintas instansi.
Hujan dengan durasi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kerawanan di wilayah dataran tinggi Kabupaten Buleleng, Bali. Risiko yang disebut meliputi tanah longsor, banjir, angin kencang, pohon tumbang, serta dampak terhadap rumah, kendaraan, dan jaringan listrik.
Polres Buleleng meminta pemangku kepentingan menginventarisasi wilayah rawan dan menyiapkan personel, sarana-prasarana, serta peralatan pendukung. Pemetaan melibatkan unsur Bhabinkamtibmas, Bintara Pembina Desa, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Kantor Pencarian dan Pertolongan.
Persiapan yang disebut mencakup alat berat, peralatan evakuasi, pelatihan, dan simulasi penanganan bencana. Data wilayah rawan diminta dihimpun di kantor pemerintahan desa terdekat untuk diteruskan kepada dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Pemetaan risiko menentukan kesiapan warga Buleleng
Bagi pembaca di daerah, pemetaan diperlukan agar ancaman berdasarkan lokasi dapat dikenali sebelum hujan berlanjut. Warga juga diminta membersihkan saluran air dari sampah dan ranting, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta menyiapkan perlengkapan darurat.
Polres Buleleng mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di sekitar aliran sungai, sumber air, laut, dan danau ketika cuaca tidak menentu. Perubahan cuaca dapat membuat debit air meningkat tiba-tiba. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan rawan bencana.
Apel tersebut berlangsung bersama sejumlah instansi terkait sebagai bagian dari mitigasi menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan. RRI melaporkan bahwa PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bali Utara turut menyiapkan posko, personel, dan sarana untuk mengantisipasi gangguan listrik akibat pohon tumbang atau ranting yang mengenai jaringan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
KAI Sampaikan Rencana Kereta Bali dengan Kebutuhan Dana Lebih dari Rp2 Triliun
KAI menyampaikan kepada Presiden Prabowo rencana layanan kereta di Bali yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai hingga Canggu. Kebutuhan anggarannya dip…
Terbaru di Daerah

Baca juga





