Kabar18.com

Jumat, 6 November 2026

Polres Buleleng Petakan Risiko Bencana Setelah Hujan Singaraja

Polres Buleleng menyebut hujan lebih dari dua jam di Singaraja sebagai tanda potensi bencana. Instansi terkait diminta memetakan wilayah rawan dan menyiapkan peralatan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Foto hitam putih sudut tinggi dari genangan air hujan di jalan beraspal memantulkan bayangan pohon.
Ilustrasi: Foto hitam putih sudut tinggi dari genangan air hujan di jalan beraspal memantulkan bayangan pohon. · Foto: Nothing Ahead / Pexels

Singaraja — Dalam apel kesiapsiagaan pada 6 November 2026, Kepala Kepolisian Resor Buleleng Ajun Komisaris Besar Polisi Ruzi Gusman menyebut hujan lebih dari dua jam di Singaraja sebagai tanda yang perlu diwaspadai dan meminta pemetaan risiko lintas instansi.

Hujan dengan durasi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kerawanan di wilayah dataran tinggi Kabupaten Buleleng, Bali. Risiko yang disebut meliputi tanah longsor, banjir, angin kencang, pohon tumbang, serta dampak terhadap rumah, kendaraan, dan jaringan listrik.

Polres Buleleng meminta pemangku kepentingan menginventarisasi wilayah rawan dan menyiapkan personel, sarana-prasarana, serta peralatan pendukung. Pemetaan melibatkan unsur Bhabinkamtibmas, Bintara Pembina Desa, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Kantor Pencarian dan Pertolongan.

Persiapan yang disebut mencakup alat berat, peralatan evakuasi, pelatihan, dan simulasi penanganan bencana. Data wilayah rawan diminta dihimpun di kantor pemerintahan desa terdekat untuk diteruskan kepada dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Pemetaan risiko menentukan kesiapan warga Buleleng

Bagi pembaca di daerah, pemetaan diperlukan agar ancaman berdasarkan lokasi dapat dikenali sebelum hujan berlanjut. Warga juga diminta membersihkan saluran air dari sampah dan ranting, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta menyiapkan perlengkapan darurat.

Polres Buleleng mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di sekitar aliran sungai, sumber air, laut, dan danau ketika cuaca tidak menentu. Perubahan cuaca dapat membuat debit air meningkat tiba-tiba. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan rawan bencana.

Apel tersebut berlangsung bersama sejumlah instansi terkait sebagai bagian dari mitigasi menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan. RRI melaporkan bahwa PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bali Utara turut menyiapkan posko, personel, dan sarana untuk mengantisipasi gangguan listrik akibat pohon tumbang atau ranting yang mengenai jaringan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.