Bali Siagakan Pasukan Gabungan Setelah 48 Bencana Tercatat
Rekapitulasi mencatat 48 kejadian bencana di Bali dalam tiga hari pertama November 2026. Polda Bali dan Pemprov Bali menyiagakan personel gabungan di Denpasar.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Denpasar — Rekapitulasi terbaru mencatat 48 kejadian bencana yang tersebar di kabupaten dan kota di Bali dalam tiga hari pertama November 2026. Fakta itu disampaikan pada Apel Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Penanggulangan Bencana di Lapangan Iptu Soetardjo Tohpati, Denpasar, Kamis (5/11/2026).
Polda Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyiagakan pasukan gabungan untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam. Apel tersebut dipimpin Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta dan dihadiri Kapolda Bali Irjen Pasma Royce, unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta instansi terkait.
DetikBali melaporkan apel gabungan melibatkan 404 personel. Balipost melaporkan pengerahan 446 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan tenaga kesehatan. Perbedaan angka tersebut dicatat sebagai keterangan dari masing-masing laporan dan tidak disatukan.
Risiko bencana mencakup seluruh Bali
Pemerintah Provinsi Bali memetakan seluruh kabupaten dan kota di Bali memiliki potensi bencana alam. Kesiapsiagaan diarahkan untuk menghadapi ancaman hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, banjir rob, dan abrasi yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Dalam laporan detikBali, pengecekan kesiapan dilakukan setelah apel di Denpasar. Kehadiran lintas sektor disebut untuk memperkuat koordinasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali. Personel gabungan berasal dari unsur TNI-Polri, BPBD, dan pemangku kepentingan pemerintah daerah.
Balipost menyebut selain personel, disiapkan 42 unit kendaraan dan sarana pendukung untuk menunjang operasi penanganan bencana. Kekuatan tersebut dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila kondisi darurat terjadi di wilayah Bali.
Bagi pembaca di Bali dan daerah lain, rekapitulasi 48 kejadian dalam tiga hari menunjukkan kebutuhan pemantauan cuaca dan koordinasi tanggap darurat di tingkat daerah. Wakil Gubernur Bali meminta komunikasi lintas sektor diperkuat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dinas kesehatan, pemerintah daerah, hingga desa adat.
Setelah apel, pejabat terkait meninjau kesiapan pasukan serta sarana dan prasarana pendukung. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
BPS Catat 12,01 Juta Kunjungan Wisman hingga September 2026
BPS mencatat 12,01 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari–September 2026, naik 5,01 persen secara tahunan. Ngurah Rai menjadi…
Terbaru di Daerah

Baca juga



