Kabar18.com

Sabtu, 26 September 2026

Rini Sebut Lulusan Poltek SSN Benteng Siber Negara

Menteri PANRB Rini Widyantini menempatkan lulusan Poltek SSN sebagai benteng pertahanan siber. Ia menyoroti peningkatan ransomware dan celah zero-day di tengah digitalisasi layanan publik.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dua layar monitor komputer menampilkan kode dan grafik hijau di ruangan bertabur cahaya neon.
Ilustrasi: Dua layar monitor komputer menampilkan kode dan grafik hijau di ruangan bertabur cahaya neon. · Foto: Tima Miroshnichenko / Pexels

Depok — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyebut lulusan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) berperan sebagai benteng pertahanan siber di Depok, Jawa Barat, pada 23 September 2026.

Pernyataan itu disampaikan setelah Rini menjadi orator pada Orasi Ilmiah Wisuda Sarjana Terapan Poltek SSN Angkatan ke-21 di Auditorium dr. Roebiono Kertopati, Kantor Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Depok, pada Selasa, 22 September 2026. Keterangan mengenai pernyataan tersebut diterbitkan pada Rabu, 23 September 2026.

Rini mengatakan digitalisasi birokrasi dan pelayanan publik memperbesar ketergantungan pada ruang digital. Karena itu, lulusan Poltek SSN dituntut memiliki kompetensi dan integritas untuk melindungi data, infrastruktur kritis, serta kerahasiaan negara.

Ia menyebut intensitas serangan siber terus meningkat, antara lain ditandai maraknya varian ransomware dan celah keamanan zero-day. Ketika layanan energi, transportasi, keuangan, kesehatan, dan infrastruktur publik bergantung pada sistem digital, serangan dapat mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Ketahanan siber berkaitan langsung dengan layanan publik

Bagi pembaca di Indonesia, isu ini berkaitan dengan keamanan layanan yang digunakan sehari-hari. Gangguan terhadap sistem digital pada sektor energi, transportasi, keuangan, kesehatan, dan layanan publik dapat berdampak pada akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Infopublik melaporkan bahwa Rini juga mengingatkan pemanfaatan kecerdasan buatan menghadirkan tantangan keamanan yang perlu diantisipasi. Pemerintah menempatkan ketahanan siber sebagai bagian integral dari ketahanan negara, sementara lulusan Poltek SSN diharapkan memperkuat pertahanan siber nasional.

Dalam laporan lain, IDN Times menyebut talenta siber perlu memiliki tiga pilar, yakni head, hand, dan heart. Ketiganya merujuk pada kompetensi strategis, kemampuan menjalankan tugas, serta karakter yang bertanggung jawab atas akses terhadap aset vital negara.

Para lulusan tersebut mengikuti wisuda tahun akademik 2026 di Kantor BSSN. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan langkah lanjutan atau jadwal kebijakan baru setelah pernyataan Rini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Teknologi

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.