Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Rupiah Menguat ke Rp18.125 per Dolar AS, BI Perkuat Instrumen Stabilitas

Rupiah menguat 0,28 persen menjadi Rp18.125 per dolar AS pada 29 Oktober 2026. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75 persen dan memperkuat insentif lindung nilai.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan dan sebaran koin logam di atas kertas dokumen finansial berlatar putih.
Ilustrasi: Tumpukan dan sebaran koin logam di atas kertas dokumen finansial berlatar putih. · Foto: Atlantic Ambience / Pexels

Indonesia — Rupiah menguat 0,28 persen menjadi Rp18.125 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Data Bank Indonesia pada hari yang sama mencatat kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate sebesar Rp18.128 per dolar AS.

Mengapa ini penting: Pembaca memperoleh informasi tentang perubahan kurs rupiah serta instrumen dan suku bunga Bank Indonesia yang digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Penguatan rupiah terjadi setelah mata uang itu ditutup pada Rp18.175 per dolar AS pada Rabu, 28 Oktober 2026. Menurut data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia, penutupan tersebut menguat 0,28 persen dari hari sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bank sentral memiliki sejumlah instrumen untuk merespons tekanan terhadap rupiah. Instrumen itu mencakup insentif biaya lindung nilai, kebijakan makroprudensial, dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga acuan BI Rate sebesar 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20–21 Oktober 2026. Suku bunga Deposit Facility dinaikkan menjadi 5 persen, sedangkan Lending Facility tetap 6,5 persen.

Kebijakan stabilisasi

Dalam keterangan resminya, Bank Indonesia menyatakan memperkuat insentif untuk instrumen lindung nilai Domestic Non-Deliverable Forward bagi transaksi pendanaan luar negeri. Bank sentral juga melanjutkan insentif untuk instrumen Conventional Hedging Buy Swap.

Bank Indonesia menyebut kebijakan tersebut ditujukan untuk menarik arus modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bank sentral juga melanjutkan pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing.

Tekanan terhadap rupiah berlangsung di tengah ketidakpastian global, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta konflik geopolitik. Bank Indonesia menyatakan akan mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Rupiah Melemah Menjadi Rp18.033 per Dolar AS

    Ekonomi & Keuangan

    Rupiah Melemah Menjadi Rp18.033 per Dolar AS

    Rupiah melemah 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp18.033 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Analis memperkirakan…

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.